Kemarau Datang, Warga Sikakap Kesulitan Air Bersih

Kemarau Datang Warga Sikakap Kesulitan Air Bersih Pengurus Pamsimas Mangaungau Desa Matobe Kecamatan Sikakap sedang memperbaiki saluran air di tangki penampungan. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Warga Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga minggu lalu karena kemarau. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci warga terpaksa mengambil air bersih ke Masabuk dengan motor becak pakai jeriken dan sepeda motor untuk air di rumah.

Ripal, warga Sikakap mengatakan sejak kemarau susah mendapat air bersih. Dia terpaksa mengambil air ke Masabuk sekira 1 kilometer menggunakan motor becak dengan kapasitas delapan jeriken dengan bobot 35 liter per jeriken. “Ada sekira tiga sampai empat trip untuk isi bak air di rumah, air akan dipakai untuk cuci kain dan mandi 2-3 hari di hemat-hemat saja,” katanya kepada Puailiggoubat, Sabtu (24/5/2019).

Sebenarnya air untuk warga di Sikakap bersumber dari Dusun Mabolak sekira 5 kilometer dari pemukiman warga Sikakap, pengurusnya dari PDAM dan ada juga dari perbukitan dengan menggunakan bambu dan selang untuk dialirkan ke rumah  mereka sepanjang  sekira 500 meter sampai 1 km, itupun  banyak airnya kering.

“Pada kemarau ini airnya sudah tidak cukup untuk kebutuhan ratusan rumah di Sikakap, lebih separuh rata-rata di rumah warga tidak ada air bersih, mereka juga cari air di tempat lain,” katanya.

Kalau untuk minum dan memasak, ada air galon harganya Rp5.000, tapi untuk mandi dan mencuci pakaian yang tidak ada, walaupun hujan ada sekali-kali turun, air PDAM mengalir sebentar dan kemudian habis.

Sementara di Dusun Panatarat Desa Matobe pada saat kemarau ini air mengalir  sudah sangat kecil, bahkan bobot airnya sedikit sekali, kadang air tidak mengalir jika tiga sampai empat hari berturut -turut tidak hujan, jika turun hujan 1-3 jam airnya lumayan kencang, tapi susut lagi, kata Udin (47) pengurus Pamsimas Dusun Panatarat.

"Jika air tidak mengalir di rumah-rumah warga atau kecil, warga sudah memakluminya karena musim kemarau dan warga akan mencari air di dusun atau di tempat lain,” ujarnya.

Warga Polaga Desa Sikakap di musim kemarau  juga kesulitan mendapat air bersih. Warga terpaksa mengambil air ke Dusun Berkat sekira 2 km jauhnya dengan sepeda motor atau motor becak. “Kalau di Dusun Berkat air masih ada, walau kecil tetap masih ada untuk kebutuhan rumah warga sekira 150 kepala keluarga dialiri oleh program Pamsimas,” tambah Udin.

BACA JUGA