Perdana Dibuka, SMPN 3 Sikakap Siap Terima Siswa Baru

Perdana Dibuka SMPN 3 Sikakap Siap Terima Siswa Baru SDN 07 Matobe yang digunakan sementara sebagai tempat belajar siswa SMPN 3 Sikakap (Foto ; Leo/MentawaiKita.com)

MATOBE—SMPN 3 Sikakap, Kecamatan Sikakap yang baru dibuka pada tahun ini oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersiap menerima siswa baru tahun ajaran 2018/2019. Untuk sementara fasilitas sekolah yang digunakan memakai gedung SDN 07 Matobe Desa Matobe Kecamatan Sikakap menunggu gedung sendiri dibangun tahun depan. Target siswa yang akan diterima di sekolah ini berasal dari wilayah Desa Matobe.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Oreste Sakeroe, SMPN 3 Sikakap masih berstatus SMP satu atap. Dengan penambahan satu SMP baru total SMP di Kecamatan Sikakap sebanyak 3 sekolah.

“Saya sudah terima data siswa yang tamatan SD tahun ini berasal  dari wilayah  Desa Matobe dan juga rencana pembangunan SMP tahun depan lahan sudah ada hibah dari  warga Sarere  letaknya  di pemukiman lama  Sarere, seluas sekira 2 hektar, tahun ini Bupati Mentawai ajukan proposal ke Kemendikbud Jakarta untuk pembangunan fasilitas SMP tersebut mudah-mudahan tahun depan terealisasi dan  fasilitasnya sekolah dibangun,” kata Oreste kepada MentawaiKita.com, Kamis (23/5/2019).

Pendirian sekolah tersebut, kata Oreste, untuk mendekatkan siswa dari sekolah sebab selama ini siswa dari daerah Matobe harus menempuh jarak belasan kilometer untuk bersekolah di SMPN 1 Pagai Utara Selatan yang berlokasi di Hva.

“Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mendirikan satu lagi SMPN 3 Sikakap yang berlokasi di Desa Matobe, untuk sementara tahun ini menumpang satu atap di SDN 07 Matobe, untuk fasilitasnya tahun  depan direncanakan dibangun gedung SMPN 3 Sikakap berlokasi di Dusun Sarere,” ujarnya. 

Ia menyebutkan, pada tahun depan pemerintah berencana mendirikan satu SMP lagi di Desa Saureinuk, Kecamatan Sipora Selatan. 

”Juga pertimbangan kondisi siswa yang cukup jauh  mereka ke sekolah ada yang ke Sioban dan ada juga siswa sekolahnya ke Tuapeijat,” katanya.

Sementara Kepala SDN 35 Matobe, Ponco menyebutkan, jumlah SD di wilayah Desa Matobe sebanyak 4 yaitu SDN 35 Matobe, SDN 32 Matobe, SDN 07 Matobe dan satu SD swasta filial Vincentius Bubuakat.

“Siswa lulusan  tahun ini dari empat sekolah ini berjumlah 49 siswa, sesuai intruksi dari Kadisdikbud Mentawai rayonisasi diberlakukan tahun ini siswa SD  berasal dari Desa Matobe sekolahnya di SMPN 3 Sikakap ,dan juga tenaga  pendidiknya di rekrut berasal  dari Matobe,” kata Ponco.

Dari sisi guru, kata Ponco, telah tersedia untuk masing-masing pelajaran yang direkrut dari warga setempat. “Sudah didata, untuk sementara gurunya sudah cukup dengan melihat  jumlah siswanya menurut kadis karena fasilitas SMP  belum ada maka guru direkrut penduduk setempat menjadi tenaga pendidiknya kebetulan menurut jumlah data yang diterima  sudah cukup," ujarnya.

Kepala SMPN 1 PUS, Rina Julianti menyebutkan di Desa Matobe sudah sewajarnya dibangun SMPN karena siswa cukup jauh datang ke SMPN 1 PUS. Menurutnya SMPN 1 PUS tidak terpengaruh jumlah siswa yang mendaftar di sekolah nantinya.

“Tahun-tahun sebelumnya jumlah siswa baru diterima di sekolahnya berkisar 200 siswa tahun ini paling sekira 150-an untuk  penerimaan siswa baru mulai 24 Juni-5 Juli," ujarnya


BACA JUGA