Listrik Tak Maksimal, Fasilitas Internet di Dua Desa Ditarik

Listrik Tak Maksimal Fasilitas Internet di Dua Desa Ditarik Fasilitas wifi di Puskesmas Pembantu Pro Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

PURO-Fasilitas internet nirkabel (wireless atau wifi) bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Desa Madobag dan Matotonan Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai ditarik karena terkendala listrik sehingga jaringan tidak terpakai maksimal.

"Pihak petugas dari Kominfo mengambil jaringan wifi di dua desa pada tanggal 22 Mei dengan alasan karena pemakaian lampu tidak efektif 24 jam, WiFi dibantu pertama pada tahun 2015 dari inforte Kominfo," jelas Bastianus, penanggung jawab Polindes Matotonan, tempat jaringan wifi terpasang, Kamis (23/5/2019).

Selama ini wifi di dua desa ini hanya hidup rata-rata enam jam per hari karena listriknya menggunakan energi biomassa sehingga dinilai tidak maksimal.

Namun Bastianus menyayangkan pemindahan fasilitas tersebut karena tidak ada pemberitahuan sehingga mengagetkan warga yang selama ini memakai wifi umum tersebut untuk berselancar dan berkomunikasi di dunia maya.

"Kalaupun ada pemindahan itu tidak ke tempat lain atau desa lain, bisa dipindahkan ke kantor desa, atau di sekolah lain yang ada di desa itu juga ada ada listrik, namun wifi Matotonan dipindahkan ke kantor desa Maileppet, sedang wifi Madobag dipindahkan ke kantor Desa Muara Siberut,” katanya.

“Sekarang Matotonan dan Madobag tidak punya wifi, padahal jaringan internet dibutuhkan untuk membuat laporan dapodik sekolah dan pengiriman data penting lainnya,” katanya.

Dia berharap ada solusi agar jaringan internet di dua desa tersebut kembali dipasang terutama jika sudah ada listrik 24 jam. 

BACA JUGA