Bumdes Saibi Sejahtera Buka Usaha Kerajinan Tangan Tahun Ini 

Bumdes Saibi Sejahtera Buka Usaha Kerajinan Tangan Tahun Ini  Sekretaris Bumdes Saibi Sejahtera Darmono JM Salakkau memeriksa keadaan mesin foto kopi yang rusak. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Saibi Sejahtera, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun ini akan buka usaha produksi kerajinan tangan. Usaha kerajinan tangan tersebut kreativitas yang dimiliki warga seperti keranjang, opa, miru (nyiru/tampi) dan lainnya yang punya nilai jual.

Direktur Bumdes Serani Saleh Sakeru mengatakan kerajinan tangan merupakan program usaha yang sudah jadi pilihan dari dua usaha foto kopi dan jasa transportasi yang sudah jalan sebelumnya. “Iya, ini yang kita garap usaha kerajinan tangan tahun ini, termasuk juga kita programkan bangun kantor yang dibangun melalui pemerintah desa," ujarnya pada Mentawaikita.com, Selasa (21/5/2019)

Namun untuk menjalankan usaha poduksi kerajinan tangan, menurut Saleh perlu adanya tempat sebagai faktor pendukung yang mesti disediakan pemerintah desa. “Tapi kita lihat dulu kondisi dan stuasinya, kalau banyak kendala kita akan upayakan ke usaha lainnya,” ucapnya.

Modal dalam menjalankan usaha, dijelaskan Saleh masih sangat dibutuhkan penyertaan modal maksimal 100 juta agar dapat berjalan maksimal.

Lalu usaha jasa transportasi dan foto kopi yang sudah jalan, Saleh menyebutkan jasa usaha tranportasi yang sedang jalan dan belum mendapatkan keuntungan Bumdes yang maksimal, masih sebatas biaya minyak ketika beroperasi.

Usaha foto kopi sekaligus jual ATK kebutuhan kantor dan alat-alat sekolah sudah jalan optimal. “Kini mesin foto kopi yang sedikit macet karena ada kerusakan alatnya yang sudah tidak jalan selama dua minggu dan masih kita tunggu teknisinya, menunggu mesin diperbaiki kita gunakan foto kopi printer,” ujarnya.

Keuntungan selama berjalannya usaha foto kopi, jual ATK dan peralatan sekolah, Saleh memperkirakan sudah ada sekira Rp5 juta hingga Rp6 juta. “Keuntungannya itu yang kami putar kembali beli barang termasuk juga kebutuhan operasional kami karena untuk gaji dari keuntungan belum ada, memang menggeluti usaha ini tidak harus dapat untung banyak, ini prosesnya harus pelan-pelan,” tuturnya.

Kepala Desa Saibi Samukop Binsar Saririkka mengatakan biaya penyertaan untuk membantu usaha Bumdes dari anggaran tahun ini sudah dianggarkan Rp50 juta.

Rencana usaha Bumdes tahun ini, menurut Binsar masih perlu didiskusikan bersama-sama agar berjalan lancar dan tepat sasaran yang dapat bermanfaat pada peningkatan ekonomi warga. “Kalau usaha kerajinan bagus juga tapi yang kita pikirkan soal pasarnya ini, tapi ini tetap kita diskusikan atau musyawarahkan secara bersama-sama,” ujarnya.

Carles Situmeang (48) warga Saibi mengatakan sesuai latar belakang Bumdes, dasarnya mengembangkan potensi yang ada di desa. “Usaha yang jalan saat ini dari jasa tranportasi dan foto kopi serta jualan ATK, alat-alat sekolah sudah sangat bagus yang perlu terus dikembangkan,"ujarnya.

Menurut Carles,  usaha Kerajinan tangan yang akan dibuka tahun ini juga usaha yang memanfaatkan potensi desa melalui kreativitas yang dimiliki warga setempat. “Di desa kita ini banyak yang bisa kerajinan tangan yang penting, Bumdes serius dan fokus mengembangkan potensi itu," tuturnya.

BACA JUGA