Sudah Dimodali Rp200 Juta, Bumdes Rereiket Indah Madobag Belum Punya Pendapatan

Sudah Dimodali Rp200 Juta Bumdes Rereiket Indah Madobag Belum Punya Pendapatan Direktur Rereiket Indah Bastianus sedang mengecek bak sagu yang sudah selesai dibuat. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Rereiket Indah Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga saat ini belum membukukan pendapatan meskipun sudah mendapat modal tahun lalu sebesar Rp200 juta dari APBdesa.

Direktur Bumdes Rereiket Indah Bastianus Samalelet mengatakan awalnya bumdes membuat usaha warung setelah mendapat modal dari pemerintah desa, namun warung itu tidak berjalan sesuai harapan.

"Pada 018 tidak ada usaha yang jalan, hanya mobil (angkutan desa) yang jalan aktif di Muara Siberut namun pendapatannnya juga saya tidak tahu berapa yang sudah terkumpul, mobil Bumdesnya ada di Muara Siberut sedang dibawa oleh supirnya," kata Bastian.

Tahun ini bumdes mengembangkan usaha pengolahan sagu (parutan sagu) dengan modal Rp100 juta untuk membeli dua mesin parutan dan satu pompa air. "Mesin sagu ini berada di Dusun Rogdok bukan di Dusun Madobag, walaupun tempatnya di Rogdok namun dari Madobag dan Ugai bisa menjual sagu dan bekerja didalamnya juga karena ini Bumdes Madobag," katanya.

Tahun ini anggaran Bumdes hanya 10 juta dan anggaran itu hanya kebutuhan untuk membeli tual (potongan) sagu. Rencananya  1 tual sagu akan dibeli kepada warga seharga Rp8 ribu dan sagu yang sudah jadi akan dijual lagi seharga Rp50 ribu.

"Sagu ini menurut saya jadi peluang tidak hanya masyarakat yang membeli namun kita sudah punya agen lain di luar Desa Madobag dan kita akan cari lagi siapa yang mau diajak kerja sama, soal transportasi sagu jika dibawa ke Muara Siberut, saya belum tahu apakah akan pakai pompong atau jenis lain belum tahu bagaimana bentuknya," katanya.

Kepala Desa Madobag Robertus Sakulok membenarkan anggaran Bumdes Rereiket Indah tahun ini hanya Rp10 juta sebab anggaran tahun lalu cukup besar namun tak jalan dan belum ada pendapatan untuk desa.

“Tahun ini yang mau dikembangkan usaha sagu, mesinnya sudah ada dan selesai dibangun dan anggaran yang nanti diberikan kepada pengurus hanya pembelian perlengkapan, kalau usaha sagu ini tidak jalan, Bumdes akan diberhentikan karena Bumdes ini sudah menggunakan anggaran Rp210 juta, kita tetap control,” katanya, Jumat (17/5/2019) lalu.

Dia menilai usaha sagu berpeluang mendatangkan penghasilan tinggal mencarikan pasarnya. Untuk itu pihaknya akan meminta bantuan Pemda Mentawai.

 

BACA JUGA