Panen Raya Petai di Sikakap, Petani Raup Untung

Panen Raya Petai di Sikakap Petani Raup Untung Tumpukan petai dari petani di Sikakap yang akan dikirim ke Padang. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAPPetani petai di Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai menikmati panen di bulan Ramadan. Dalam seminggu, ribuan ikat petai dikirim ke Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Salah seorang pedagang pengumpul petai di Sikakap, Marni mengatakan, paling sedikit menjual 1.000 petai ke Padang dalam seminggu dengan dua kali kiriman sesuai jadwal kapal, tiap Sabtu dan Minggu. Di Sikakap ada sekira lima pedagang pengumpul petai yang masing-masingnya mengirim sedikitnya 500 petai ke Padang.

“Petai yang saya kirim ke Padang dibeli kepada petani petai yang ada di Pagai Utara Selatan (PUS) dengan harga Rp5.000 sampai Rp6.000 per ikat, tergantung bagus atau tidaknya biji petai, dalam satu ikat isinya 10 papan, petai tersebut dijual di Padang dengan harga Rp8.500 per ikat kepada pedagang penampung, biasanya petai yang saya beli ini langsung diantarkan oleh petani ke rumah di Masabuk, katanya, Minggu (19/5/2019).

Sementara Sardin, petani petai mengaku memiliki 100 batang petai yang sebagiannya kini berbuah. Satu pohon petai sedikitnya menghasilkan 200 ika. "Kalau sudah musim panen petai seperti sekarang uang dari penjualan petai bisa untuk ditabung sebagian, dan sebagian lagi untuk kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan harian, musim panen petai itu bertingkat, dalam satu pohon besar buah petai itu tidak sama, panen bisa sampai tiga bulan bahkan lebih, hari ini (19 Mei) dari hasil panen patai di ladang sebanyak 488 ikat, satu ikat saya jual Rp6.000," katanya.

Dahnil, juga petani petai mengaku punya 50 batang petai yang sedang berbuah meskipun belum serentak, ada yang sudah besar, ada yang masih berbunga.

BACA JUGA