Produksi Es Balok, UPTD Perikanan Sikakap Prioritaskan Jual ke Nelayan Tradisional

Produksi Es Balok UPTD Perikanan Sikakap Prioritaskan Jual ke Nelayan Tradisional Nunung Sarodog, nelayan tradisional dari Dusun Mangkaulu Desa Sinaka Kecamatan Pagai Selatan memuat es balok yang dibeli di pabrik es UPTD Perikanan Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Unit Pelaksana Tugas Dinas Pelabuhan Perikanan Pantai (UPTD PPP) Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai memprioritaskan penjualan es balok untuk nelayan tradisional yang ada di daerah itu. Sebatang balok es berat 50 kg dijual Rp23 ribu

"Penjualan es balok berat 50 kg per batang hasil buatan pabrik es milik UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap diutamakan kepada nelayan tradisional atau nelayan berasal dari Pagai Utara Selatan," kata Yopianto, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap, Jumat (17/5/2019).

Dia menyebutkan, nelayan di Pagai Utara Selatan (PUS) umumnya nelayan tradisional yang melaut menggunakan perahu dengan mesin boat. Mereka menangkap ikan hanya di seputaran perairan Mentawai saja, hasil tangkapan biasanya dijual kepada warga sekitar.

Dalam sebulan, pabrik es UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap hanya bisa beroperasi tiga kali, sekali operasi menghasilkan 20 ton es balok atau sekira  200 batang. Jika pesanan banyak, semua es balok bisa habis dalanm sehari.

“Jika tidak ada pesanan maka sisa dari penjualan es balok akan disimpan ke tempat penyimpanan es balok atau disebut estorik, misalnya untuk satu kali cetak sebanyak 200 batang, terjual hanya 100 batang dan sisa 100 batang akan disimpan ke dalam estorik dan dijual kalau ada yang membeli, biasanya kalau pembeli di seputaran Sikakap akan diantarkan langsung menggunakan kendaraan milik UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai  Sikakap, katanya.

Ramit Sapalakkai, nelayan Dusun Mapinang Utara Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai mengaku, biasanya butuh empat batang es balok saat melaut. E situ tahan untuk keperluan seminggu menangkap ikan atau gurita.

“Dengan adanya pabrik es balok di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap maka kami nelayan tradisional terbantu dibuatnya, biasanya kami menggunakan es bulat dari plastik berat 1 kg dengan harga Rp1.000  per buah, biasanya saya beli es bulat tersebut paling sedikit 100 buah bahkan lebih untuk mengawetkan ikan atau gurita selama satu minggu sebelum dijual ke penampung,katanya.

Nunung Sarodog, nelayan tradisional Dusun Mangkaulu Desa Sinaka Kecamatan Pagai Selatan mengaku juga membali es balok pabrik es meskipun harus berlayar 8 jam dari kampungnya ke Sikakap. “Sekali melaut saya membutuhkan 6 batang es balok dengan untuk dua kotak fiber isi 100 kg,” katanya. 

BACA JUGA