Tak Ada Aksi Coret Baju Seragam di SMAN 1 Siberut Utara

Tak Ada Aksi Coret Baju Seragam di SMAN 1 Siberut Utara Rombongan pelajar SMAN 1 Siberut Utara di Desa Muara Sikabaluan berombongan pulang sekolah. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Pengumuman kelulusan di SMAN 1 Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (13/5/2019) sekitar pukul 16.00 WIB tak diwarnai aksi coret-coret baju seragam sekolah, meski ada konvoi sepeda motor pelajar yang meluapkan rasa kegembiraan karena kelulusan 100 persen dari 141  orang siswa yang mengikuti ujian nasional.

"Kita lebih baik memberikan baju seragam pada adek kelas yang akan masuk tahun ajaran baru atau kepada siswa kelas satu dan dua," kata Brigita Lisa salah seorang siswa pada Mentawaikita.com, Senin (13/5/2019).

Sebagai bentuk syukur atas kelulusan, Lisa lebih memilih jalan bersama dengan beberapa kelompok siswa sambil mengucapkan terima kasih pada kepala sekolah dan guru-guru.

"Kita naik motor bersama menuju rumah kepala sekolah, guru sambil menyalami mereka untuk mengucapkan rasa terima kasih atas didikan selama di SMA,", katanya.

Hal yang sama dikatakan Antonia Bella. Dikatakan Nia, panggilan akrab Antonia Bella lebih baik baju seragam yang masih layak pakai diberikan pada siswa lainnya yang masih membutuhkan atau disimpan sebagai kenangan.

"Lebih baik dimanfaatkan dan digunakan ke hal yang lebih bermanfaat," katanya.

Berdasarkan daftar kolektif hasil ujian nasional di SMAN 1 Siberut Utara, jumlah nilai tertinggi diperoleh Rahmatul Hasni Firsya dengan jumlah 202,0 dari empat mata ujian yang diujiankan. Sentara jumlah nilai terendah atas nama Enjolina Tasiriguruk dengan jumlah nilai 110,0.

Bila dilihat berdasarkan nilai per mata ujian dari 141 orang siswa, untuk nilai tertinggi mata ujian Bahasa Indonesia yaitu Filipus Neril dengan nilai 72,0. Nilai terendah yaitu Amir Saputra Moinau dan Ego Pernando Sabebegen dengan nilai 26,0. Untuk nilai tertinggi Bahasa Inggris yaitu Rahmat Caniago dan Rahmatul Hasni Firsya dengan nilai 52,0. Dan nilai terendah Bahasa Inggris yaitu Judas Sabakkat dengan nilai 20,0.

Untuk mata ujian Matematika nilai tertinggi diperoleh Rapplis Chan dengan nilai 45,0 dan nilai terendah Yosafat Liem dengan nilai 7,5. Sementara hasil perolehan nilai berdasarkan mata ujian peminatan. Untuk mata ujian Fisika yang diminati 10 orang siswa nilai tertinggi diperolej Rapplis Chan dengan nilai 40,0 dan nilai terendah diperoleh Lisna Wati dan Ice Mariana Sirileleu dengan nilai 22,5.

Nilai tertinggi mata ujian peminatan Kimia yang diminati 5 orang siswa, nilai tertinggi diperoleh Rahmi Ummi Kalsum dengan nilai 40,0 dan nilai terendah Antonia Bella Julita  dengan nilai 30,0. Pada mata ujian peminatan Biologi yang diminati 44 orang siswa, nilai tertinggi diperoleh Cicilia Wulan Novalia dengan nilai 52,5 dan nilai terendah atas nama Lilis Suryani dengan nilai 22,5.

Pada mata ujian peminatan Ekonomi yang diminati sebanyak 28 orang siswa nilai tertinggi diperoleh Sonia Wati dan Teresia Desnawati dengan nilai 47,5 dan nilai terendah atas nama Veronika Dianti dengan nilai 17,5. Sedangkan mata ujian peminatan Sosiologi yang diminati 20 orang siswa nilai tertinggi diperoleh Saulus Taporuk dengan nilai 52,0 dan nilai terendah Amir Saputra Moinau dan Ambrosius Piantono dengan nilai 24,0. Sementara mata ujian peminatan Geografi yanh diminati 34 orang siswa nilai tertinggi diperoleh Filipus Neril, Yusran Padli, Denita dengan nilai 48,0 dan nilai terendah Ona Sriwahyuni dengan nilai 24,0. 

BACA JUGA