Ketua TP PKK Mentawai : Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual

Ketua TP PKK Mentawai  Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual Ketua TP PKK Mentawai, Rosmaida Yudas berpidato saat wisuda dan perpisahan TK Santo Yusuf di Tuapeijat. (Foto : Suntoro/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT—Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rosmaida Yudas memperingatkan orangtua menjaga anak agar terhindar dari kekerasan sosial. Hal tersebut disampaikan Rosmaida Yudas saat menghadiri wisuda dan perpisahan Taman Kanak-Kanak Santo Petrus di KM 5, Tuapeijat, Sipora Utara, Sabtu, (11/5/2019).

“Sering kita mendengar berita atau informasi tentang kekerasan seksual pada anak di bawah umur, ini perlu kita sikapi bersama agar anak-anak kita jangan sampai menjadi korban kekerasan tersebut, mereka adalah penerus masa depan, jadi bupati, dokter dan sebagainya, maka jaga anak kita dari kekerasan seksual” Kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Rosmaida Yudas Sabtu (11/5/2019).

Menurut Rosmaida, salah satu penyebab terjadi kekerasan seksual terhadap anak pada anak usia dini karena kelalaian orangtua. Orangtua yang sibuk bekerja menyebabkan anak kurang perhatian.

“Orang tua coba korbankan waktu dua jam saja untuk cepat pulang dari ladang, melihat anak kita di rumah,” ujarnya.

Tak hanya itu, orangtua saat bepergian sering menitip anak kepada orang yang salah, kepada orang yang mungkin baru dikenal, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Kekerasan seksual pada anak, kata Ketua TP PKK Mentawai merupakan hal yang menakutkan bagian anak yang menyebabkan depresi dan trauma yang merusak psikologis si anak.

“Akhirnya anak jadi trauma, kekerasan seksual membuat anak rusak, masa depannya akan hilang, psikologinya jadi rusak,” ujar Rosmaida.

Sekolah TK ataupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting bagi anak-anak, tidak sekadar memberikan pendidikan namun membentuk karakter sang anak, bermain serta bersosialisasi bersama teman-temannya di sekolah.

Ia juga meminta kepada orang tua di rumah terlibat mendidik anak-anak. “Mengajak anak-anak berbicara, bertanya apa masalah-masalah yang dialami, bersama teman-temannya atau lingkungannya,” katanya.

Selain itu, Rosmaida Yudas juga sebagai Bunda PAUD dan TK Kepulauan Mentawai, mengatakan zaman sekarang yang semakin pesat dengan kemajuan teknologi membuat anak-anak kadang malas belajar akibat sering main game di hand phone (hp).

“Sekarang zaman sudah canggih, sudah ada hp, dan anak-anak sering memakai hp untuk main game, padahal sudah disembunyikan masih juga ditemukan, itu akibat anak terhipnotis dengan hp,” Katanya.

Ia menambahkan bahwa lebih baik hp tidak ada dari pada ada, sebab menurutnya sangat memengaruhi anak-anak, dan tentunya itu merupakan peran serta tanggung jawab orang tua untuk memberikan didikan yang baik di rumah. 


BACA JUGA