Tapak Jembatan Besi di Saibi Samukop Semakin Retak

Tapak Jembatan Besi di Saibi Samukop Semakin Retak Jembatan besi yang menghubungkan Saibi-Kaleak dan Sibuddaoinan mengalami keretakan di bagian tapaknya. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP-Jembatan yang menghubungkan Saibi ke Dusun Kaleak dan Sibuudaoinan, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai makin lama makin rusak dan membahayakan keselamaran.

Pantauan Mentawaikita.com di lokasi, kerangka jembatan yang terbuat dari besi baja tersebut sangat kokoh, namun tapak dari beton untuk penahan kerangka jembatan retak-retak serta pecah menganga.

"Iya bang, makin takut kita lihat kondisi jembatannya, saya yang sering melewatinya tapaknya dari beton karena tidak kuat menahan jembatan dan retaknya mulai lebar," ujar Jegus Sageileppak (33) warga Kaleak pada Mentawaikita.com, Kamis, (9/5/2019).

Menurut Jegus, sebelumnya retakan tapak jembatan tidak terlalu melebar dan menganga, kondisinya yang makin parah ini karena kerangka jembatan yang sangat berat hingga tapak dari beton tidak mampu menahan beban. “Lama-lama retakannya makin parah dan makin ngeri juga kita lewat apalagi jembatan ini digunakan warga yang mondar-mandir jalan kaki dan juga lewat dengan sepeda motor,"ucapnya.

Jembatan tersebut dibangun pemerintah daerah melalui Dinas PU yang dikerjakan pihak Kontraktor dengan dua kali dikerjakan, dari tahun 2012 dan tahun 2014 dengan panjang 56 meter dan lebar 6 meter yang menelan biaya hampir Rp10 miliar bersamaan dengan pembangunan jembatan dari Sirisurak ke Saliguma dan Siberut Selatan.

Kondisi jembatan juga dikawatirkan Hasan(59) seorang warga yang tinggal di dekat jembatan tersebut,  jembatan yang makin parah rusaknya mengacam keselamatan karena sudah sangat berbahaya. “Jembatan itu tempat bermainnya anak-anak, kadang juga tempat berfoto anak-anak muda, jadi merasa sangat kawatir kita, kalau saya bilang melihat kondisinya begitu sudah kategori berbahaya bagi kita semua disini,"ujarnya.

Menurut Hasan, jembatan tersebut mesti diperbaiki atau dibangun lagi secepatnya dari pada fatal dikemudian hari. “Tahun lalu itu sudah ada yang melihat langsung kondisi jembatan ini tapi saya tidak tahu apakah dari PU atau pihak kontraktor, kalau bisa pemerintah jangan menutup mata melihat kondisi jembatan ini, mohon diperbaiki sebab musibah atau bencana itu tidak tahu kita kapan datangnya," tuturnya.

Sementara Camat Siberut Tengah Jasti Onarelius Saguruk mengakui rusak parahnya jembatan tersebut, namun untuk pembangunannya atau perbaikannya belum dapat info secara pasti. “Jadi jembatan ini memang begitu kondisinya, perbaikannya atau pembangunannya belum tahu kita sampai saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA