Tanaman Jagung di Matobe Gagal Panen

Tanaman Jagung di Matobe Gagal Panen Kepala Desa Matobe, Silvanus (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

MATOBE—Lahan jagung sekitar setengah hektar yang ditanami Kelompok Tani Keleu Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai gagal panen.

Penanaman jagung dilakukan pada November tahun lalu dan setelah 10 minggu petani memanen ratusan batang jagung namun buah yang dihasilkan tidak banyak. Bibit jagung didapat petani dari bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) yang disalurkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Regina Saogo, salah satu anggota kelompok Tani Keleu Desa Matobe mengatakan, setelah mendapat bibit dari Kementan, mereka yang beranggotakan 10 orang kemudian membuka lahan seluas setengah hektar. Kelompok tani tersebut mendapat bibit sebanyak 5 kilogram. Sesuai petunjuk mereka menanami jagung dengan jarak 20 x 20 cm dan jarak bedeng sekitar 70 cm.

“Jagung yang ditanam tersebut tidak memakai pupuk,” kata Regina kepada MentawaiKita.com, Senin (6/5/2019).

Saat panen, tanaman jagung yang tumbuh memiliki isi yang tidak padat, bulir yang terdapat pada buah jagung jarang-jarang. Menurut Regina hanya sebagian kecil jagung yang memiliki isi yang padat. Selain tanaman yang tumbuh tidak normal, jagung juga dimakan tupai dan tikus.

“Sisanya  kami rebus dan jual satu buah Rp1000 hanya sekira Rp100 ribu hasilnya dan jagung yang isinya berjarak kami bagi dan rebus untuk dimakan melihat hasil tidak ada maka kami tidak lanjut  tanam lagi, capeknya saja yang banyak hasil tidak ada," ujarnya .

Selain Kelompok Tani Keleu, Kepala Desa Matobe Silvanus yang turut menanam jagung di lahan hampir satu hektar  bersama petugas pertanian dan penyuluh pertanian Kecamatan Sikakap dengan tujuan untuk percontohan kepada petani juga tidak menghasilkan panen bagus.

“Ternyata buahnya tidak bagus, kerdil-kerdil lagi dan banyak isi jagungnya berjarak-jarak tidak padat," kata Silvanus.

Silvanus menyebutkan, pada November lalu mulai menanam jagung dari  bibit bantuan yang diberikan Kementan. Dari 2 ton bibit yang ditanam warga di Matobe tak satupun yang menghasilkan buah yang bagus.

Menurut informasi yang diterima Silvanus, bantuan bibit akan disertai pemberian pupuk dan pestisida namun kedua bantuan terakhir ternyata tidak ada.

Martin Sabelau, Kepala Pertanian Wilayah Sikakap menyebutkan, bantuan bibit jagung berasal dari Kementrian Pertanian  di Jakarta untuk kelompok tani meliputi  wilayah Kecamatan Sikakap, Pagai Utara dan Kecamatan Pagai Selatan sekitar 10 ton. Bibit itu diantarkan oleh rekanan Kementan.

"Kalau Dinas Pertanian Mentawai atau kami petugas pertanian wilayah Sikakap menyalurkan ke lapangan dan memberikan kepada kelompok tani itu saja," ujarnya.

Namun dari informasi yang diterima Martin, semua petani yang menanam jagung tersebut mengalami gagal panen. Menurut dia, soal pupuk dan kualitas bibit yang kurang bagus bukanlah kewenangan pihaknya. 


BACA JUGA