Penerimaan Siswa Baru di Mentawai Sistem Zonasi

Penerimaan Siswa Baru di Mentawai Sistem Zonasi SMPN 3 Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berada di Desa Sotboyak. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Untuk menyelamatkan sekolah yang baru didirikan atau baru dibentuk pada beberapa daerah di Mentawai, penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi masih diberlakukan di Mentawai. Hal ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi maupun kabupaten.

"Kita masih pakai sistem zonasi tujuannya untuk menyelamatkan sekolah yang ada dan dibentuk di beberapa tempat di Mentawai," kata Oreste Sakeroe, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai pada Mentawaikita.com, Selasa, 7 Mei 2019.

Dikatakan Oreste, pembangunan SMP yang baru di Mentawai yang dilaksanakan pada tiga hingga lima tahun sebelumnya pada daerah yang punya dukungan sekolah dasar disekitarnya selain dalam rangka mendekatkan layanan pendidikan ditengah masyarakat.

"Kalau SMP itu ada SD pendukung di sekitarnya sehingga sistem zonasi penting diterapkan," katanya.

Misalnya SMPN 3 Siberut Utara yang dibangun di Desa Sotboyak berada pada jalur sungai Sikabaluan-Bojakan didukung oleh SDN 03 Sotboyak, SDN 15 Bojakan dan SDN 24 Lubaga dan filial Bai'.  SMPN 2 Siberut Utara yang ada di Desa Siriligui diharapkan dapat dukungan dari SDN 07 Sirilogui, dari SDN Cimpungan dan SDN 21 Muara Sikabaluan.

Di SMPN 4 Siberut Utara yang ada di Malancan diharapkan dapat dukungan dari SDN 01 Malancan, SDN 06 Malancan, SDN Terekanhulu dan SDN 04 Muara Sikabaluan. Sementara SMPN 1 Siberut Utara sebagai sekolah lama mendapat dukungan SDN 09 Muara Sikabaluan, SDN 08 Muara Sikabaluan, SDN 12 Monganpoula dan SD Fransiskus Sikabaluan.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan pihak sekolah harus bekerjasama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung keberadaan sekolah yang ada dan dibangun pemerintah sehingga pembangunan yang dilakukan dalam rangka mendekatkan layanan pendidikan ditengah masyarakat tidak sia-sia.

"Harus ada kerjasama semua pihak. Kepala sekolah, kepala desa, masyarakat harus bekerjasama dalam memajukan pendidikan,” katanya.

Dikatakab Yudas, saat ini di Mentawai tidak lagi ada alasan anak usia pendidikan putus sekolah atau tidak mengecap pendidikan karena sekolah saat ini sudah ada ditengah masyarakat. "Tinggal kemauan untuk sekolah lagi. Orangtua harus mendukung dan mendorong anak untuk sekolah. Sekarang di Mentawai sekolah itu gratis," katanya.

BACA JUGA