Guru SD di Mentawai yang Kuliah Bakal Dapat Beasiswa

Guru SD di Mentawai yang Kuliah Bakal Dapat Beasiswa Seorang guru SMPN 3 Siberut Utara mengajar (Foto : Rus/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menargetkan pada tahun 2020 seluruh guru SD di daerah tersebut telah berpendidikan Strata 1 (S1). Untuk mencapai target tersebut Pemkab Mentawai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai akan memberikan beasiswa kepada guru-guru yang saat ini sedang kuliah di Universitas Terbuka di beberapa kecamatan di Mentawai.

Sekretaris Disdikbud Mentawai, Mothisoki Hura mengatakan, target tersebut merupakan anjuran dan imbauan dari pimpinan daerah.

“Kita upayakan kita akan buat program 2020 yaitu beasiswa sampai tamat, tapi yang kita utamakan yang sedang kuliah, atau yang sudah jalan kuliahnya, misalnya dia (guru) sudah kuliah 2 tahun mulai dari 2018 atau 2017, sisanya nanti kita yang biayai tahun 2020, ini sudah kita bicarakan, tapi masih rencana,” kata Mothisoki kepada MentawaiKita.com, Senin (6/5/2019).

Lanjut Mothi, jika memang masih ada yang belum kuliah atau baru kuliah tetap dibiayai juga oleh Pemkab Mentawai, meski begitu, bukan berarti tidak ada perjanjian, jika pihak Disdikbud sudah menjalankan program tersebut, maka akan ada perjanjian tertulis antara guru-guru yang kuliah serta pihak terkait. 

“Kita juga mendorong mereka agar kuliahnya bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Selain untuk meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Mentawai, kata Mothi, peningkatan pendidikan guru juga untuk menunjang kenaikan pendapatan guru. Jika guru masih SMA gaji yang didapat tidak banyak apalagi jika guru itu berada di Kecamatan Siberut Barat yang akses transportasi masih susah. Gajinya nanti hanya habis biaya transportasi padahal guru tersebut punya tanggungjawab membiayai keluarga.

Menurut data Disdikbud Mentawai, guru-guru di Mentawai baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru kontrak sesuai wilayahnya guru-guru SD di Kabupaten Kepulauan Mentawai baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun kontrak, yaitu Kecamatan Sipora Utara PNS Diploma 2 (D2) sebanyak 15 orang sementara S1 105 orang.  Guru kontrak lulusan SMA sebanyak 9 orang dan D2 sebanyak 2 orang sementara S1 sebanyak 24 orang.

Kecamatan Sipora Selatan guru PNS D2 13 orang dan S1 102 orang, sedangkan guru kontrak SMA 14 orang, D2 sebanyak 2 orang , D3 1 orang, dan S1 sebanyak 21 orang. 

Kecamatan Siberut Selatan guru PNS D2 5 orang, D3 1 orang, S1 76 orang. Sementara guru kontrak lulusan SMA 20 orang, D2 3 guru dan S1 sebanyak 10 orang. 

Kecamatan Siberut Barat Daya guru PNS lulusan D2 9 orang, S1 sebanyak 54 orang, guru kontrak tamatan SMA 22 sebanyak sementara  D2 1 orang dan S1 10 orang.

Kecamatan Siberut Tengah guru PNS lulusan D2 10 orang dan S1 40 orang. Guru kontrak lulusan SMA 20 orang dan S1 9 orang. 

Kecamatan Siberut Barat, guru PNS lulusan D2 5 orang dan S1 30 orang. Guru kontrak lulusan SMA 27 orang dan S1 2 orang.  

Kecamatan Siberut Utara, guru PNS lulusan D2 sebanyak 15 orang, S1 48 orang. Guru kontrak lulusan SMA 14 orang, D2 1 orang dan S1 19 orang.

Kecamatan Sikakap guru PNS lulusan D2 15 orang dan S1 75 oarng. Guru kontrak lulusan SMA sebanyak 14 orang, D2 1 orang dan lulusan S1 18 orang. 

Kecamatan Pagai Utara guru PNS lulusan D2 sebanyak 9 orang dan  S1 sebanyak 51 orang. Guru kontrak lulusan SMA 30 orang dan S1 8 orang. 

Kecamatan Pagai Selatan guru PNS lulusan D2 10 orang, D3 1 orang, S1 84 orang. Guru kontrak lulusan SMA 47 orang,  D2 1 orang dan S1 16 orang.

Jika ditotalkan secara keseluruhan guru PNS lulusan D2 sebanyak 106 orang, D3 2 orang dan S1 sebanyak 665 orang. Sedangkan guru kontrak jumlah lulusan SMA 136 orang, D2 berjumlah 11 orang, D3 1 orang dan S1 238 orang. 


BACA JUGA