Warga Sikakap Menolak Dokter Puskemas Dipindahkan ke Saumanganya

Warga Sikakap Menolak Dokter Puskemas Dipindahkan ke Saumanganya Warga Desa Sikakap menandatangi kain putih untuk minta supaya Dinas Kesehatan Mentawai tidak memindahkan dokter Hendry Berdjusi. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Warga Sikakap menolak dokter Hendry Berdjusi yang dinas di Puskemas Sikakap dipindahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai ke Puskesmas Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara. Penolakan warga tersebut dengan membubuhkan bubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 2 meter.

"Menurut kami dokter Hendry Berdjusi masih dibutuhkan di Puskesmas Sikakap, sebab selama ini  dia bekerja sangat ulet dan ramah dalam memberikan pelayanan kepada pasien,"kata Hendra Wijaya, warga Desa Sikakap, Jumat (3/5) 

Hendra menambahkan, Puskesmas Sikakap itu membutuhkan tiga dokter, kalau hanya dua dokter di Puskesmas Sikakap, seandainya dua dokter tersebut salah satunya ada yang sakit atau ke Padang tentu satu dokter akan kewalahan memberikan pelayanan.

Di Puskesmas Sikakap ada IGD, Ranap dan Ruang Pengobatan Umum, serta KIA, mana sanggup satu dokter mengerjakan semua ruangan. “Seperti sekarang dokter Laila saya lihat pergi ijin ke Padang, sementara yang tinggal sekarang hanya dokter Agustina Sibarani, apakah dokter Agustina Sibarani sanggup kerja 24 jam saya rasa tidak,” katanya.

Fitri, warga Desa Sikakap menuturkan dokter Hendry Berdjusi dalam memberikan pelayanan tidak pernah membeda-bedakan pasien. “Kalau dokter Hendry Berdjusi dipindahkan terus terang saya sangat merasa kehilangan sekali,"katanya.

Syahrul, Bagian Tata Usaha Puskesmas Sikakap menerangkan  dua dokter sekarang lagi di Padang, dr Agustina Sibarani lagi pelatihan, sementara dr Laila ijin pergi berobat, sementara dr Hendry Berdjusi dipindahkan ke Puskesmas Saumanganya. “Bagusnya di Puskesmas Sikakap itu tiga dokter, sebab Puskesmas Sikakap merupakan Puskesmas induk di Pagai Utara Selatan (PUS), itu semua diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten  Kepulauan Mentawai,” katanya.

Dokter Hendry Berdjusi mengatakan secara pribadi menerima keputusan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, tapi jadi masalahnya sekarang sejak kecelakaan dulu, matanya ini tidak berfungsi begitu bagus lagi. “Untuk membawa kendaraan sepeda motor saja saya sulit, ditambah lagi tangan saya ini agak lemah,” tuturnya.

Hendry menambahlan sekarang ini kedua mertuanya sudah lansia, kalau orang yang sudah lansia tentu sangat membutuhkan sekali perawan ekstra dari anaknya, ditambah lagi keduanya sekarang sudah mulai sakit-sakitan.

"Bukan saya menolak keputusan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai tapi tolong juga pertimbangkan keadaan fisik saya, sebab kalau dipaksakan juga pindah ke Puskesmas Saumanganya ketakutan saya akan terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap saya seperti kecelakaan seperti jatuh dari sepeda motor,” katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari sesama kesehatan, guru-guru serta kepada warga Desa Sikakap dan sekitarnya yang telah secara spontan membubuhkan tanda tangan di kain putih meminta saya supaya tetap bertahan kerja di Puskesmas Sikakap.


BACA JUGA