Tak Ada Dana, SMPN 2 Sikakap Kesulitan Bangun Asrama Siswa

Tak Ada Dana SMPN 2 Sikakap Kesulitan Bangun Asrama Siswa Reno Daulis, siswa SMPN 2 Sikakap, Mentawai dan sejumlah temannya harus berjalan kaki ke sekolah. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--SMPN 2 Sikakap kesulitan mencari dana untuk membuat asrama siswa  sementara tanah bangunan asrama sudah disiapkan sekolah sejak 2012 lalu seluas 1.750 meter persegi . Tanah itu hibah dari Hendri Nasrani, Nijar Safran, Marluster, Jartinus, Lermin dan Abidan.

"Sejak 2012 kita sudah usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk dapat membuatkan satu unit asrama bagi siswa SMPN 2 Sikakap, tapi sampai sekarang belum ada jawaban, kalau masalah tanah tempat dibuat asrama sekolah sudah siapkan," kata Jonedi, Kepala SMPN 2 Sikakap, Kamis (2/1/2019).

Surat hibah tanah tersebut, jelas Jonedi, sudah diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak 2017.

Akibat tidak ada asrama, siswa SMPN 2 Sikakap yang terletak di Dusun Bulag Monga, Desa Taikako Kecamatan Sikakap  harus berjalan kaki sampai 6 km.

"Sekarang ini dari 154 siswa SMPN 2 Sikakap yang berjalan kaki pergi ke sekolah ada sekitar 100 orang siswa, mereka berjalan kaki sampai 12 km pulang pergi sekolah, sebagai bukti bila ada kegiatan sekolah sore seperti jam tambahan belajar dari 30 siswa yang hadir paling banyak 20 orang, sebab siswa SMPN 2 Sikakap ada yang tinggal di Dusun Muntei, Dusun Baru-Baru, dan Dusun Sabeuguggung Desa Betu Monga Kecamatan Pagai Utara, dan ada juga yang tinggal di Dusun Taikako Hulu, dan Dusun Silaoinan Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, pada umumnya mereka itu berjalan kaki hal ini disebabkan tidak ada kendaraan," kata Jonedi.

Reno Daulis, siswa kelas IX, SMPN 2 Sikakap, tinggal di Dusun Muntei Desa Betu Monga Kecamatan Pagai Utara. Setiap hari dia pergi sekolah pukul 06.00 WIB, sampai di sekolah nanti sekitar pukul 7.15 WIB, dia menempuh jalan kaki sejauh 4 km atau 8 km pulang pergi.

”Kalau pergi sekolah kami dari Dusun Muntei dan Dusun Baru-Baru biasanya pergi bersamaan, biasanya tiap pagi kami berjalan kaki ada sekitar 10 orang, kalau ada asrama siswa tentu hal ini tidak akan kami jalani, lebih baik tinggal di asrama dan pulang sabtu setelah pulang sekolah, katanya.

 

BACA JUGA