Gaet Wisatawan, Ibu-ibu di Siberut Selatan Dilatih Destinasi Wisata Kuliner

Gaet Wisatawan Ibuibu di Siberut Selatan Dilatih Destinasi Wisata Kuliner Pelatihan destinasi wisata kuliner yang diadakan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mentawai (Foto : Hendrikus/MentawaiKita.com)

MAILEPPET-Sebanyak 40 orang ibu-ibu di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat pelatihan destinasi wisata kuliner dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pelatihan digelar selama dua hari bertempat di kompleks perkantoran Balai Taman Nasional Siberut di Maileppet, Selasa (30/4/2019)

Kepala Disparpora Mentawai, Joni Anwar mengatakan, pelatihan itu untuk mendukung wisata kuliner di Mentawai. “Sebagai desa wisata ibu-ibu harus memberi layanan kepada pengunjung baik itu turis dan pengunjung lainnya, menjadikan makanan kuliner Mentawai bisa menarik perhatian pengunjung, kalau enak bisa jadi nilai jual bagi wisata, kita tidak menghilangkan pembuatan secara tradisional dan pangan lokal yang kita punya tapi bagaimana menjadi destinasi kuliner yang menarik nanti inilah akan dipelajari oleh ibu-ibu, mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Mentawai khususnya," katanya kepada MentawaiKita.com, Selasa (30/4/2019).

Pelatihan tersebut dibagi dua tahap, yakni pada hari pertama diisi dengan teori memasak kemudian dilanjutkan praktik kuliner pada hari kedua yang dipandu oleh dua orang chef dari Hotel Hayam Wurum Padang.

"Kita jangan hanya mengandalkan wisata surfing aja, tetapi wisata alam, budaya juga satwa bisa bisa jadi wisata, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak berburu monyet, rusa memang ini tradisi namun itu ke depan bisa habis dan harus dijaga semua bisa jadi wisata," ujarnya.

Sementara Camat Siberut Selatan, Hijon mengatakan, Kecamatan Siberut Selatan merupakan daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara, sudah seharusnya ibu-ibu mempersiapkan diri menyajikan kuliner yang menarik dan sehat agar wisatawan betah.

“Tamu datang ke Muntei, semua makanan dan minuman, kita yang melayani, ada beberapa makanan pokok yang dikembangkan di Siberut Selatan seperti sagu, pisang, keladi,ubi dan pangan lokal lainnya,” katanya.

Ia berharap pelatihan ini kemudian dipraktikkan oleh ibu-ibu di tempatnya masing-masing, peserta yang hadir saat pelatihan diminta membagi ilmu kepada ibu-ibu lain di kampung agar sama-sama memiliki pengetahuan.

Selain itu, Hijon menyoroti minimnya sarana akomodasi wisata seperti penginapan di tempat tujuan wisata seperti Muntei dan Madobak.


BACA JUGA