Media Sosialisasi Surat Suara Caleg Dapil 2 Mentawai Salah Foto, Batal Dipajang di 121 TPS

Media Sosialisasi Surat Suara Caleg Dapil 2 Mentawai Salah Foto Batal Dipajang di 121 TPS Media sosialisasi surat suara caleg dapil 2 PUS yang ada kesalahan letak foto caleg. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Komisi Pemilihan Umum Mentawai batal memajang media sosialisasi surat suara dapil 2 Sikakap, Pagai Utara Selatan di 121 TPS yang ada di PUS karena adanya kesalahan salah letak foto calon legislatif Partai Gerindra No. urut 2 dengan PDIP.

"Ada kesalahan waktu pencetakan media kampanye pemberitahuan kepada masyarakat waktu pencoblosan yang biasa kita pajangkan di TPS berupa kertas surat lengkap dengan foto caleg, agar tidak menimbulkan keraguan bagi pemilih maka media tersebut tidak akan dipajangkan," kata Iswanto, Komisioner KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (15/4/2019).

Iswanto menyebutkan, kertas suara yang lengkap nama dan foto caleg merupakan media sosialisasi saja bagi KPU Mentawai untuk mengenalkan para calon wakil rakyat untuk DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai yang akan dipilih. Tujuannya supaya masyarakat lebih tahu siapa yang akan mereka coblos waktu dalam kotak suara,

"Saya jamin kertas suara Dapil 2 Kecamatan Sikakap, Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Pagai Selatan tidak ada kesalahan, sebab waktu pencetakan media sosialisasi KPU ini kita hanya memberikan nama caleg saja, kita sudah instruksikan supaya PPK Kecamatan Sikakap, PPK Kecamatan Pagai Utara, dan PPK Kecamatan Pagai Selatan tidak memajang media sosialisasi KPU tersebut di TPS," katanya.

Ketua PPK Kecamatan Sikakap, Jumadin Tanjung  mengatakan, kita sudah dapat instruksi dari KPU agar media sosialisasi caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Dapil 2 tidak dipasang di setiap TPS.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jan Winnen Sipayung, mengatakan, kalau ada kesalahan foto pada media sosialisasi KPU Mentawai waktu pencoblosan lebih baik tidak dipasang sebab itu bisa membuat ragu masyarakat yang akan memberikan hak pilihnya, katanya.

 

BACA JUGA