Kominfo Prioritaskan Bangun Jaringan Komunikasi di Daerah Terisolir

Kominfo Prioritaskan Bangun Jaringan Komunikasi di Daerah Terisolir Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi, Direktur Januar Ismawan. (Foto: Silvester/Mentawaikita.com)

MATOBE-Pembangunan jaringan komunikasi di Kepulauan Mentawai bukan lagi melihat daerahnya yang sama sekali tidak memiliki jaringan Telekomunikasi atau blank spot, namun dilihat dari keterisolasian sebuah daerah, hal ini dikatakan Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Danny Januar Ismawan saat di tanya usai peresmian Tower BTS di Desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan, Kamis (11/4/2019).

"Kita bukan lagi berbicara blankspot, namun kita membuka keterisolasian kalau blankspot, sudah ada sinyal-sinyal sekeliling, tapi masih lemah, tapi kita kita memang mencari lokasi membangun alat komunikasi itu di daerah blankspot, tetapi kita mencari daerah yang benar-benar terisolir, itu yang kita prioritaskan," katanya.

Ia menyampaikan pembangunan jaringan komunikasi yang layak sebenarnya tidak dikelilingi oleh BTS-BTS. Kemudian untuk pembangunan BTS tidak serta merta yang diusulkan selalu dipenuhi, dimana saat ini BTS seluler di Mentawai sudah ada sekitar 25 buah dan masih ada 53 buah lagi yang akan dibangun sebagai prioritas.

Sementara target pemqngunan BTS seluler disebutkan Danny batas maksimum sampai tahun 2020, sesuai dengan ajuan dan perintah dari Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. "Yang memjadi PR kami sekarang bahkan di 2019 kami upayakan bisa selesai dengan cepat," ujarnya.

Sementara biaya pembangunan BTS dikatakan Danny pihaknya tidak membeli aset, namun bekerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem sewah layanan, namun jika sistem adminiatrasi ada dua jika sistem teknologi lama sekitar Rp50 juta per bulan, namun untuk teknologi kedepan diupayakan harganya lebih murah, tapi kapasitasnya lebih tinggi.

Sementara untuk pembangunan jaringan internet dari Badan Aksesibilitasi Komunikasi Teknologi dan Informasi (BAKTI) seluruh Indonesia mencapai 4.300 lokasi sejak 2015, sebagian besar dibagun di sekolah-sekolah. 

"Target utama kami adalah mensukseskan Ujian Nasional Bernasis Komputer (UNBK), kemudian kami juga akan kordinasi dengan Dinas Kominfo karena sekarang kan fiber optik telkom sudah masuk juga, bagaimana kita membuat perencanaan, kalau telkom sudah masuk maka Bakti akan pindah ke daerah pelosok-pelosok yang lebih membutuhkan," kata Danny.

Untuk saat ini jaringan BTS masih 2G, rencana kedepan akan dibangun menjadi 4G.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan untuk penambahan serta pembangunan jaringan internet di sekolah-sekolah pihaknya sangat mendukung, sebab saat ini ujian sekolah bukan lagi menggunakan kertas dan pensil, namun sistem komputer dan online.

"Seperti yang disampaikan oleh Menteri Kominfo lewat telphone tadi, bahwa untuk perangkat kita yang tanggung, seperti komputer itu urusan kita, jadi kita dengan Kominfo ada program bersama, dalam bentuk MoU, sehingga kalau berdampak mengeluarkan uang, itu ada program, tidak mendadak gitu, tidak suka-suka kita, agar ada dasar hukumnya," kata Yudas.

Ia juga mengajak kepada Dinas lain seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan agar bisa mempelajari hal itu, sebab katanya akan segera mendatangani MoU, sehingga penganggaran tahun 2020 ada dasar. 


BACA JUGA