Dinas Kesehatan Masih Kekurangan Tenaga Medis

Dinas Kesehatan Masih Kekurangan Tenaga Medis Puskemas Sarereiket yang diresmikan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet puskemas ini berbentuk Uma Mentawai. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

MASEPPAKET- Dinas Kesehatan Kabuoaten Kepulauan Mentawai, masih membutuhkan tenaga medis yang membantu pelayanan di daerah-daerah, dimana yang paling dibutuhkan yakni tenaga analisis kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupetan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar saat peresmian Puskesmas Sarereiket Jumat (12/4/2019) di Dusun Maseppaket, Desa Madobabag, Kecamatan Siberut Selatan.

“Kalau untuk mobiler sudah cukuplah, cuma hanya penambahan jumlah saja, misalnya kasur pasien ada satu atau dua, kita tambah lagi berapa gitu, kalau ada dua kita tambah lagi tiga jadi lima, ini kan proseslah ya, tapi yang penting pelayanan masyarakat ada. Dokter kita ada, dokter didik kita ada, ada tenaga yang kurang, ini sudah diteken Bupati, sudah disetujui, kita coba untuk rekrut tenaga, apa yang kurang misalnya analis kesehatan dan sebagainya,” kata Lahmuddin Siregar 

Sementara rumah Dinas saat ini ada satu unit, namun pihak kesehatan masih akan membangun rumah dinas Dokter, sebab masih banyak lahan kosong sekitar puskesmas Sarereiket. “Petugas kita masih bisa tinggal l, masih nyaman, namun ini yang kita pikirkan kedepan, target kita 2020, memang ini bisa menjangkau dua Desa ini dengan baik, pelayanannya bagus orangnya disini nyaman, ada hubungan sikerei dengan pengobatan moderen yang baik, karena kita punya sumber daya sikerei yang bisa mengobati,” ujarnya.

Lahmuddin juga menyampaikan pembangunan Puskesmas Sarereiket merupakan arahan Bupati Mentawai meminta pembangunan pelayanan kesehatan di Sarereiket ini di ujung pulau. 

Ada tiga puskesmas yang diresmikan tahun ini, pertama Puskesmas Simatalu, Puskesmas Sarereiket, dan Puskesmas Sigapona. Saat ini baru dua puskesmas yang di resmikan, yaitu puskesmas Simalibbeg dan Sarereiket, sedangkan puskesmas Sigapona rencana setelah Pemilihan umum. 

Sedangkan puskesmas Simatalu dan Sarereiket bentuk fisiknya bernuansa uma sementara puskesmas Sigapona bentuk bangunan biasa. Pembangunan puskesmas nuansa uma bertujuan mengkombinasikan antara medis dan sikerei.

Untuk puskesmas Sarereiket akan melayani sebanyak 3.500 jiwa dari dua Desa Matotonan dan Madobag. “Petugas medis juga harus ada tegur sapa dengan pasien kita, layani dengan baik,” kata Lahmuddin.

Ia menyebutkan anggaran pembangunan Puskesmas Sarereiket mencapai Rp.3,1 Miliar, sedangkan tenaga medis ada sekitar 45 orang dari dua Desa, yaitu Desa Madobag dan Desa Matotonan, sementara masih membutuhkan tenaga medis sebanyak 72 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan temaga medis di Kepulauan Mentawai ada 1.300.

“Dengan adanya sarana baru bisa lebih baik, kami juga meminta masyarakat untuk datang berobat di puskesmas, kita juga masih membutuhkan tenaga medis kita, karena sudah ada yang jadi pegawai negeri,” kata Lahmuddin.

Lebih lanjut ia sampaikan ada beberapa ibu hamil enggan datang ke puskesmas, kalau ada ibu bidan tapi ibunya tidak datang berobat katanya itu percuma, tak hanya di puskesmas, namun di posyandu juga  bisa.

Pembangunan puskesmas Sarereiket sejak 2016 lalu dan saat ini sudah diresmikan. Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan konsep pembangunan puskesmas yang bernuansa uma merupakan tempat kolaborasi pengobatan antara Sikerei dan Medis, sehingga dua-duanya penting bagi masyarakat Mentawai. “Ada ilmu di tangan Sikerei, juga ada ilmu kepada Dokter, maka Sikerei dan Medis jangan saling menjatuhkan, harus kerja sama,”ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa di Desa Madobag banyak pendatang, baik yang berkunjung dari luar, baik baik guru-guru, perawat atau petugas lainnya. “Banyak tamu-tamu datang ke Madobag, layani dengan baik, jangan sampai mereka mencari penginapan, sewahkan rumah, jangan di rusak, jangan disakiti, jangan dipukul, karena mereka aset Negara, sebab banyak pegawai atau pelayan masyarakat mengeluh karena tidak ada tempat,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pendidikan juga perlu ditingkatkan, anak-anak harus bisa menjadi orang yang hebat, jadi perawat, guru, dokter dan sebagainya. Ia juga mengatakan kepada Kepala Puskesmas harus optimis dan jangan mengeluh.


BACA JUGA