Fasilitas Pendidikan SMP di Pagai Masih Kurang

Fasilitas Pendidikan SMP di Pagai Masih Kurang Gedung SMPN 1 Pagai Utara Selatan (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

PAGAI SELATAN-Pengiriman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harusnya dilakukan setiap bulan oleh Kepala SMPN 3 Pagai Selatan, Kecamatan Pagai Selatan, Mentawai, Marson namun hal itu hanya dapat dilakukannya tiga bulan sekali sebab di sekolahnya belum ada jaringan internet.

Sekolahnya yang berada di Dusun Kosai Baru, Desa Sinaka belum memiliki sarana komunikasi yang memadai termasuk jaringan seluler. Jika ingin mendapat informasi mengenai sekolah dan mengirim data, Marson harus ke Kecamatan Sikakap atau memilih ke Padang.

Ke Sikakap atau Padang tidaklah gratis, Marson harus mengeluarkan biaya transportasi atau membeli bahan bakar minyak kalau ke Sikakap. Perjalanan ke Sikakap ia tempuh dengan perahu mesin kecepatan 15 pk dengan lama perjalanan sekira 4 jam sebab antara Sikakap dan Pagai Selatan dipisahkan selat Sikakap, itupun kalau kondisinya tidak badai. 

“Pengiriman Dapodik sebenarnya setiap bulan harus diupdate tetapi kondisi tempat  yang jauh dari jaringan telekomunikasi mengirim Dapodik hanya dilakukan 2-3 bulan sekali," katanya kepada MentawaiKita.com, Kamis (4/4/2019).

Ia berharap kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Mentawai menyediakan jaringan wi-fi untuk mempermudah dirinya mengirim dan menerima data soal pendidikan.

Beda lokasi beda masalah, di SMPN 1 Pagai Utara Selatan (PUS) Kecamatan Sikakap mengeluhkan ruang majelis guru, labor bidang studi IPA, labor Teknik Informatika dan Komunikasi (TIK) dan beberapa toilet siswa yang belum ada.

Menurut Rina Julianti, Kepala SMPN 1 PUS ruang majelis guru sudah berumur 37 tahun sehingga kayu  bangunan mulai lapuk dan atap seng sudah mulai bocor dan keropos. Jika merujuk aturan yang ada, kata Rina, usia bangunan pendidikan yang telah mencapai 25 tahun mestinya dirobohkan dan dibangun baru.

“Daripada direhabilitasi, lebih baik dibangun yang baru saja, harapan kepada Disdikbud Mentawai merealisasikan tahun depan kebutuhan fasilitas sekolah ini," katanya.

Siswa di sekolah itu harus antre jika menggunakan toilet sebab dari 650 siswa yang ada hanya tersedia 3 unit toilet. Rina menyebutkan, menurut informasi dari Disdikbud Mentawai fasilitas sekolah mereka akan diperbaiki tahun ini namun kapan akan dimulai belum ada kepastian. 


BACA JUGA