Pengurusan Surat Pindah Memilih Atau A5 Tutup 10 April

Pengurusan Surat Pindah Memilih  Atau A5 Tutup 10 April Ketua KPU Mentawai Eki Butman. (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Pengurusan surat pindah memilih model A5 akan tutup dua hari lagi atau pada 10 April 2019. Hal ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai, Eki Butman di Kantor KPU Mentawai di Kilometer 7, Sipora Utara, Sumatera Barat. Surat pindah memilih diperuntukkan kepada pemilih yang tidak bisa memilih di daerah pemilihan (dapil) atau di daerah domisili sesuai alamat Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Untuk batasan pengurusan surat pindah memilih sampai 10 April, jadi sebelum tanggal 10 sudah bisa urus A5, kalau tidak mengurus tidak bisa memilih, sosialisasi juga sudah jauh-jauh hari dan terus kita lakukukan," kata Eki Butman.

Pengurusan surat A5 dapat dilakukan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tempat pemilih sedang berada atau bisa di Kantor KPU Mentawai.

Untuk pengurusan pindah memilih seperti pada keputusan perkara Nomor 20/PUU-XVII/2019, Mahkamah Konstitusi menyatakan izin mengurus syarat pindah hanya bagi pemilih yang sakit, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan, serta karena menjalankan tugas saat pemungutan suara.

Beda dengan Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah pemilih yang tidak ada namanya di dalam Daftar Pemilih Tetap tapi berada di domisili atau alamat tinggal saat pemilu dan bisa memilih menggunakan KTP saja.

Untuk pemilih yang pindah pemilih, meski sudah mendapatkan hak untuk memilih dengan A5, juga tidak akan serta merta akan dapat mencoblos 5 kertas suara untuk pemilihan Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota.

"Misalnya domisili di Mentawai pada saat pemilu berada di Padang, dia harus urus A5 di PPK di Padang, setelah itu dia hanya bisa dapat kertas suara DPRD Provinsi, DPD, DPR RI dan kertas pemilihan presiden, dia tidak bisa memilih caleg kabupaten (Mentawai)," jelas Eki mencontohkan.

 Menanggapi banyaknya mahasiswa Mentawai yang sedang melaksanakan kuliah di Padang, Medan, dan Pulau Jawa, Eki Butman mengatakan dapat memilih tapi mereka harus mengurus A5. "Kalau di Surabaya misalnya ada mahasiswa alamat KTP Mentawai, bisa memilih dengan mendapat satu kertas suara untuk pemilihan presiden karena dia sudah beda provinsi," jelas Eki.

 

BACA JUGA