Guru Honorer SDN 17 Taikako Hanya Digaji Rp400 Ribu

Guru Honorer SDN 17 Taikako Hanya Digaji Rp400 Ribu Aloysius, guru honorer SDN 17 Taikako (tengah) dan Hargiono Wahyu (kanan) berfoto dengan anak didiknya (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—SDN 17 Taikako, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai hanya sanggup membayar Rp400 ribu tiap bulan gaji guru honorer di sekolah tersebut sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak mencukupi.

Kepala SDN 17 Taikako, Pusrialdi mengatakan, dana BOS yang diterima per tahun sekira Rp91 juta. Menurut aturan penggunaan dana hanya 15 persen uang yang dapat digunakan membayar gaji guru, baik itu gaji guru honorer maupun gaji guru yang memberikan jam tambahan belajar sore.

“Karena itu kita hanya sanggup membayar honor guru honorer Rp400 ribu per bulan," kata Pusrialdi kepada MentawaiKita.com, Jumat (5/4/2019).

Pusrialdi menyebutkan, jumlah guru honorer SDN 17 Taikako sebanyak dua orang. Gaji kedua guru tersebut dibayarkan saat dana BOS cair yang biasanya dilakukan per triwulan. Sementara jumlah seluruhnya sebanyak 12 orang yang terdiri dari 2 guru honorer, 3 guru kontrak, guru PNS 6 orang ditambah kepala sekolah.

Aloysius Berisigep, guru honorer bidang studi Budaya Mentawai mengatakan, dirinya telah menjadi guru selama 5 tahun di SD tersebut dengan gaji Rp400 ribu per bulan.

Ia mengaku jumlah gaji yang diterima tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup keluarganya namun ia bertahan demi anak didik agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

“Agar kebutuhan hidup terpenuhi setiap malam saya pergi ke laut mencari ikan dan hasilnya dijual kepada masyarakat, begitu juga pulang saya langsung pergi ke sawah untuk bertanam padi, anak dua orang dan satu istri," katanya.

Hargiono Wahyu, rekan Aloysius yang mengajar pelajaran olah raga menyebutkan telah sembilan tahun menjadi guru di sekolah itu dengan gaji Rp400 ribu per bulan.

“Saya pernah mencoba tes guru kontrak tahun 2016, 2017 tapi tidak lulus, sebenarnya dengan honor yang kami terima sekarang Rp400 ribu per bulan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup, apa lagi untuk keluarga,” ujarnya.

Biasanya sepulang sekolah, usai makan Hargiono pergi memancing. Kalau dapat ikan langsung dijual. “Kebetulan sekarang ini saya sudah sarjana pendidikan untuk itu saya sangat berharap sekali supaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai supaya dapat mengangkat kami paling tidak menjadi guru kontrak kalau tidak bisa diangkat menjadi guru PNS," katanya 


BACA JUGA