Uang Jasa Konsultan untuk Pendamping Desa

Uang Jasa Konsultan untuk Pendamping Desa Kantor Camat Siberut Barat. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIBERUTBARAT-Piator, Kepala Desa Simalegi Kecamatan Siberut Barat mengaku tidak tahu akan adanya pembayaran fee atau uang jasa oleh bendahara desa pada pendamping desa saat tiga kwitansi sebagai bukti terjadinya transaksi diperlihatkan.

"Saya tidak tahu soal ini," katanya singkat.

Piator malah mempertanyakan hal tersebut pada Kasi Kesejahteraan Desa Simalegi, Stefanus Tanggau yang menjadi tim pelaksana kegiatan pembangunan Desa Simalegi tahun anggaran 2018. "Mungkin pak kasi tahu karena berada di lapangan," kata Piator lagi setelah duduk bersama dengan Stefanus Tanggau.

Dikatakan Stefanus Tanggau, pendamping teknis desa yang ditempatkan Kementerian Desa melalui Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan pendampingan di wilayah Kecamatan Siberut Barat pada item kegiatan fisik pendamping desa bagIan teknis langsung menjadi konsultan perencana atau pembuat RAB. "Dari beberapa item kegiatan pembangunan fisik pendamping desa bagian teknis menjadi konsultan langsung," katanya.

Selain menjadi konsultan dan pembuat RAB kegiatan fisik yang akan dilaksanakan, pihak pemerintah desa ikut memfasilitasi akomodasi pendamping desa selama di lapangan. "Kami kadang bingung aturannya seperti apa. Ini anggaran sudah sedikit ditambah lagi kita membiayai kebutuhan pendamping desa di lapangan," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh Mentawaikita.com, terdapat dua kwitansi pembayaran jasa konsultan perencanaan  atau pembuatan RAB pembangunan Desa Simalegi pada dua kali pencairan anggaran atas nama Joseph Sihol. Dia merupakan pendamping desa bagian teknis dari Provinsi Sumatera Barat yang ditempatkan Kementerian Desa dalam mendampingi desa wilayah Kecamatan Siberut Barat, diantaranya Desa Sigapokna, Desa Simalegi dan Desa Simatalu.

Jasa konsultan perencanaan atau pembuatan RAB pembangunan tahap pertama 20 persen kepada Joseph Sihol dari bendahara desa Simalegi sebesar Rp15.500.000. Pembayaran ini dilakukan di Tuapeijat, 23 Mei 2018. Kemudian, pada 28 Juli 2018 di Betaet bendahara desa kembali membayarkan jasa perencanaan atau konsultan kegiatan pembangunan Desa Simalegi tahap II, 40 persen kepada Joseph Sihol sebesar Rp25.000.000.

Pada 29 November 2018 di Padang, bendahara desa membayarkan belanja jasa perencanaan dan pembuatan RAB pembangunan jembatan gantung Sibitbit Dusun Sakaladhat pada Joseph Sihol sebesar Rp20.000.000.

Ketika hal ini dikonfirmasi pada Joseph Sihol selaku penerima jasa konsultan atau perencanaan tak menampik adanya pembayaran jasa tersebut. "Itu uang jasa karena saya yang membuat perencanaan dan RAB sesuai dengan permintaan pemerintah desa," katanya.

Dikatakan Joseph Sihol, pada 2018, desa di wilayah Kecamatan Siberut Barat tidak ada yang efektif melakukan pembuatan RAB karena tidak adanya kader teknik di desa. "Seorang kader teknik desa itu dasarnya dari SK kepala desa. Namun, tiba-tiba dalam pembangunan sudah ada saja datang semen, kayu, material bangunan sementara kader tekniknya tidak ada," katanya.

Pada 2018, setiap membuat perencanaan hingga pembuatan RAB masing-masing item kegiatan pembangunan fisik, Joseph Sihol mematok jasa upah perencanaan 3-4 persen dari nilai kegiatan fisik masing-masing item pembangunan yang akan dilaksanakan. Karena pada 2018, pengakuan Joseph Sihol tidak ada peraturan bupati yang mengatur hal ini. "Untuk 2019 sudah ada perbup dan kita mengikuti itu", katanya.

Berdasarkan peraturan bupati, jasa konsultan perencanaan itu untuk kegiatan fisik di bawah Rp50 juta uang jasanya Rp1 juta, untuk Rp50-100 juta uang jasanya Rp2 juta, untuk Rp100-150 juta uang jasanya Rp3 juta, hingga seterusnya kelipatan Rp50 juta.

"Saya berharap sebenarnya masing-masing desa punya kader teknik, namun karena SDM di desa belum ada yang sampai ke sana. Kalau untuk jalan, jembatan kayu sudah bisa, namun untuk konstruksi berat seperti jembatan beton bertulang saya tidak berani karena takut hitungannya salah," katanya.

Camat Siberut Barat,  Jop mengatakan mestinya sebagai pendamping desa ikut memberdayakan SDM yang ada di dalam desa. "Tugas pendamping desa itu mendampingi desa dalam melaksanakan pembangunan desa, bukan sebagai konsultan atau penjual jasa perencanaan," katanya pada Mentawaikita.com, Rabu, 3 April 2019. 

BACA JUGA