Hari Pertama Pelaksanaan UN SMA di Mentawai Berjalan Lancar

Hari Pertama Pelaksanaan UN SMA di Mentawai Berjalan Lancar Palang pemberitahuan sedang UN di SMAN 1 Siberut Utara (Foto : Bambang/MentawaiKita.com)

MENTAWAI—Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat pada hari pertama Senin (1/4/2019) berjalan lancar meski belum seluruh sekolah yang menerapkan UN berbasis komputer (UNBK).

Di SMAN 1 Siberut Utara, Kecamatan Siberut Utara peserta UN sebanyak 141 orang terdiri dari jurusan IPA sebanyak 59 siswa dan IPS sebanyak 82 orang. Sekolah ini masih menerapkan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

"Kita masih menggunakan kertas dan pensil," kata Kepala SMAN 1 Siberut Utara, Paulus Sikaraja hari ini.

Hari pertama pelaksanaan ujian berdasarkan jadwal nasional Senin mata ujian Bahasa Indonesia, Selasa pelajaran Matematika, Kamis dengan mata ujian Bahasa Inggris dan hari terakhir yaitu Senin dengan mata ujian peminatan. 

"Untuk pengawas ada dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) dan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat," katanya. 

Mata ujian peminatan yang dilaksanakan pada hari terakhir, Senin (8/4) untuk jurusan IPA bagian peminatan mata ujian Fisika 10 orang, Kimia 5 orang, Biologi 44 orang. Sedangkan untuk jurusan IPS mata ujian peminatan Ekonomi 28 orang, Sosiologi 20 orang dan Geografi 34 orang. 

Sementara pelaksanaan UN di SMAN 2 Sipora, Kecamatan Sipora Utara telah berbasis komputer (UNBK) yang diikuti 174 siswa. Selain siswa dari SMA itu, juga bergabung dua SMA swasta untuk ujian yakni SMA Madrasah Mardhatillah Sipora Utara, dan Madrasah Islamik Centre Siberut Selatan, masing-masing 5 orang siswa.

“Ada dua sekolah yang ikut bergabung dengan kita, dua-duanya sekolah madrasah yang ada di Siberut dan di sini (Tuapeijat),” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Sipora, Helimursida.

Agar semua siswa kebagian komputer saat pelaksanaan, ujian dibagi tiga sesi. Pada sesi pertama dan kedua diikuti sebanyak 30 siswa sedangkan sesi ketiga sebanyak 64 siswa. Sesi pertama mulai pukul 07.30 WIB-09.30 WIB, sesi kedua 10.30 WIB - 12.30 WIB, sedangkan sesi ketiga 14.00 WIB - 16.00 WIB.

Saat ini SMAN 2 Sipora memiliki 80 unit komputer untuk UNBK, tiap sesi waktu yang ditentukan 120 menit atau 2 jam, dan pelaksanaan ujiannya mulai Tanggal 1,2,4 dan 8 April 2019. 

“Kendala kita sampai saat ini tidak ada, masih berjalan seperti biasa, namun yang kita takutkan lampu padam saja, namun sebelumnya kita sudah menyurati pihak PLN, bahwasannya ada ujian di sekolah kita, dan sudah ditanggapi dengan baik, mudah-mudahan tidak padam,” ujar Helimursida.

Sementara ujian di SMA Setia Sipora, Kecamatan Sipora Utara masih menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Kepala SMA Setia Sipora, Labita Samasan mengatakan, mereka belum menerapkan UNBK, ”mudah-mudahan tahun depan kita sudah menggunakan UNBK,” katanya.

Labita menyebutkan, untuk ujian UNBK pihaknya sudah mengusulkan kepada Disdik Provinsi Sumatera Barat agar menambah daya listrik dan menyediakan jaringan internet dari Telkom.

“Komputer kita sudah ada, cuma kita belum tersambung jaringan internet yang baik dari Telkom, tapi itu sudah kita minta langsung, kita berharap tahun depan kita sudah menggunakan sistem itu (UNBK), komputer kita sudah ada 22 unit, cuma itu saja yang menjadi kendala kita jaringan internet dan penambahan daya listrik,” jelasnya.

Di SMA Setia UN diikuti sebanyak 46 orang peserta namun dari data tersebut ada seorang siswa mengundurkan diri atau berhenti sekolah sehingga yang tersisa 45 orang.

Di Pulau Pagai khususnya di SMAN 1 Pagai Utara, Kecamatan Pagai Utara, pelaksanaan ujian memakasi kertas dan pensil yang diikuti 36 siswa.

Asrelius Juni, salah seorang siswa peserta UNKP SMAN 1 Pagai Utara menyebutkan, dirinya telah siap mengikuti UN sebab dari sekolah telah diberikan pelajaran tambahan ditambah try out.

“Pelajaran tambahan dan try out yang diberikan oleh merupakan bekal bagi kami dalam mengikuti UNKP sekarang, kalau masalah kesulitan dalam menjawab soal itu tergantung kesiapan kita dalam mempersiapkan UNKP,” kata Asrelius. (bs/toro/spr)


BACA JUGA