BUMDes Putoroat Desa Maileppet Hidup Segan Mati Tak Mau

BUMDes Putoroat Desa Maileppet Hidup Segan Mati Tak Mau Kantor Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan (Foto : dok.MentawaiKita.com)

MAILEPPET—Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putoroat Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak berjalan sebab modal tidak berkembang.

Direktur BUMDes Putoroat Desa Maileppet, Walman Pandapotan mengatakan, BUMDes Putoroat mulai berjalan sejak 2017 lalu dengan modal awal Rp100 juta. Usaha yang dikembangkan berupa simpan pinjam.

Ia menyebutkan, awalnya usaha simpan pinjam sudah berjalan dan masyarakat sudah meminjam namun pengembalian kredit macet. Walman Pandapotan menyebutkan, ada sebagian yang mengembalikan uang lewat bendahara desa, bukan lewat BUMDes dan sebagian belum mengembalikan.

"Saya tidak tahu berapa jumlah yang mengembalikan maupun yang belum karena yang mengurus desa bukan pengurus BUMDes," kata Walman Pandapotan kepada MentawaiKita.com, Kamis (28/3/2019).

Pada 2018 ada info akan ada dana tambahan untuk BUMDes sebanyak Rp30 juta namun dana itu tak pernah sampai ke tangan BUMDes. Pada 2019, Walman Pandapotan kembali diangkat menjadi direktur BUMDes Putoroat sebab sebelumnya ia sempat tidak aktif. Ia tak mengetahui apakah ada dana atau tidak.

Rencana awal, BUMDes ini akan membuka usaha fotokopi, pom mini bahan bakar minyak (BBM) tetapi karena tidak ada anggaran yang dicairkan desa usaha itu tak digarap.

"Semua anggota BUMDes tidak aktif lagi karena tidak ada anggaran juga apa yang dikerjakan tidak ada juga ingin berbuat tetapi anggaran tidak juga dicairkan," kata Walman.

Kepala Desa Maileppet Nikman Satiur mengatakan, BUMDes Putoroat sedang proses evaluasi sebab tahun sebelumnya tidak berjalan baik. Ia membenarkan pada 2018 dicairkan dana sebanyak Rp100 juta dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk usaha simpan pinjam namun dana yang dipinjam tak kembali.

“Uang yang sudah dipinjam belum dikembalikan sampai sekarang, untuk tahun 2019 tidak dianggarkan lagi karena masih dalam tahap proses, kalau anggaran APBDes disetujui dan dilaksanakan pelatihan khusus untuk pengurus BUMDes," katanya

Nikman mengatakan, dulu BUMDes bersama dengan Desa Maileppet dan Muara Siberut  memiliki kapal nelayan sebagai alat usaha namun tidak aktif.

"Kapal ada di laut namun tidak difungsikan dari awal diberikan kapal sampai saat ini belum beroperasi dengan baik karena kepengurusannya tidak bagus,” ujarnya.


BACA JUGA