Tarif Ojek di Siberut Barat Selangit

Tarif Ojek di Siberut Barat Selangit Ojek yang melewati jalan Simalibbeg-Muntei, Kecamatan Siberut Barat (Foto : Bambang/MentawaiKita.com)

SIBERUTBARAT—Tarif ojek di Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai mencapai Rp250 ribu sekali jalan.

Tarif ojek dari Betaet menuju pusat Desa Simatalu, Muntei dan Simalibbeg Rp250 ribu sekali jalan. Begitu juga dari Betaet menuju wilayah Simalegi yang terdiri dari Dusun Muara Timur, Muara Barat, Sakaladhat, Suteuleu dan Saboilogkat.

Mahalnya tarif ojek di Siberut Barat menurut Romanus, Kepala Dusun Saikoat Desa Simalegi disebabkan biaya perawatan motor serta sulitnya rute yang ditempuh.

"Sepeda motor memang tidak tahan di sini, karena jalurnya jalur pantai yang membuat motor cepat berkarat dan rusak," kata Romanus kepada Mentawaikita.com sambil  memperlihatkan sepeda motornya yang berkarat pada bagian rangka. Selain bagian rangka, knalpot motornya tak lagi ada. Begitu juga dengan kanvas rem bagian depan dan belakang tak lagi dipasang pada Sabtu (23/3/2019).

Romanus mengatakan, pada umumnya masyarakat lebih memilih menggunakan jalur pantai menuju Simatalu atau dari Simatalu menuju pusat kecamatan di saat air laut surut. Alasannya karena perjalanan lebih cepat dan lebih mulus dibanding melewati jalur jalan rabat beton yang dibangun desa dan kecamatan. 

"Kalau jalur pantai perjalanan lebih lancar dan cepat, untuk jalur darat ada beberapa badan jalan yang sudah rusak serta kecepatan sepeda motor tidak bisa dipacu karena kondisi jalan," katanya. 

Dari Betaet, jalur pantai yang akan dilewati oleh jasa ojek yaitu Saikoat, Limu dan Bojo. Nantinya dari Bojo menuju Muntei-Simalibbeg akan menggunakan jalur darat yang kondisi badan jalannya banyak tanjakan dan turunan tajam. 

"Apalagi biaya servis atau beli alat motor harganya dua kali dari harga di Sikabaluan," katanya. 

Untuk kanvas rem sepeda motor yang di Sikabaluan (Kecamatan Siberut Utara) antara Rp25 ribu-35 ribu,  di Betaet harga Rp50 ribu-65 ribu di luar upah pasang. Belum cuci karburator atau memperbaiki yang lainnya. “Untuk kanvas rem saja sejali jalan dibagian pantai sudah habis," keluh Romanus. 

Petrus, warga Dusun Bojo mengatakan, pihak kecamatan pernah mencoba memfasilitasi masyarakat yang menawarkan jasa ojek guna membicarakan soal tarif jasa ojek dari pusat ke kecamatan menuju desa atau dusun yang bisa dijangkau jalur darat. 

"Tidak ada titik temu karena kami sebagai tukang ojek tidak bisa menurunkan harga dengan kondisi jalur yang dilewati serta mahalnya biaya servis dan beli alat sepeda motor yang rusak,"  katanya. 

Selain jalur darat yang sulit dan biaya operasional yang mahal, harga bensin menjadi salah satu penyebab tarif ojek. Harga bensin di Kecamatan Siberut Barat antara Rp10 ribu-15 ribu per liter pada kondisi normal. Sementara saat terjadi kelangkaan harga melonjak menjadi Rp12 ribu-25 ribu per liter. 

Pantauan Mentawaikita.com Rabu-Sabtu (20-23 Maret) yang mencoba jalur Simatalu menggunakan jalan rabat beton yang dibangun pemerintah kecamatan dan desa. Dari Betaet melewati Saikoat, Limu, Bojo, Muntei, Simalibbeg jalan rabat beton sudah tersambung. Beberapa sungai sudah ada jembatan yang menggunakan atap dan ada yang belum. Kondisi badan jalan ada beberapa yang mulai retak namun bisa dilewati. Begitu juga dengan jembatan ada beberapa yang mulai lapuk pada bagian rangka kayu dan lantai papan. Untuk beberapa titik khususnya antara satu dusun dengan lainnya badan jalan mulai menyempit karena ditumbuhi rumput dan semak. 

Kepala Desa Simatalu, Stefanus Siribere mengatakan untuk 2019 kegiatan fisik yang dilakukan selain untuk pembangunan sarana air bersih dan wc, akan ada perbaikan atau rehab badan jalan di jalur Muntei-Simalinbeg dan Bojo. 

"Kita yakin dengan pembangunan sistem per wilayah dapat memacu pembangunan di wilayah Desa Simatalu," katanya. 


BACA JUGA