Inovasi BUMDes Siberut Barat Kurang

Inovasi BUMDes Siberut Barat Kurang Kantor BUMDes Kabaraijat Desa Simatalu, Siberut Barat (Foto : Bambang/MentawaiKita.com)

SIBERUTBARAT—Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabaraijat Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum menjadi penggerak ekonomi masyarakat. BUMDes belum menampung komoditi lokal maupun fasilitasi kebutuhan warga lainnya. 

"Belum menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat," kata Kepala Desa Sumatalu Stefanus Siribere kepada MentawaiKita.com, Rabu (20/3/2019).

Menurut Stefanus, kendala yang dihadapi BUMDes Kabaraijat adalah kualitas pengelola yang minim, termasuk dukuangan sarana dan prasana yang dibutuhkan. 

"Masih belum mampu bersaing dengan pengumpul dan pedagang yang ada di tingkat lokal karena faktor sarana dan prasarana serta belum adanya link (jaringan) dengan agen di luar," katanya. 

Sebenarnya di Simatalu, kata Stefanus banyak hasil pertanian yang dapat menjadi sumber uang yang belum dikelola oleh BUMDes  seperti manau dan kopra terbesar dari Kecamatan Siberut Barat yang meliputi tiga wilayah, Desa Simatalu, Sumalegi dan Sigapokna. 

"Untuk wilayah Simatalu ini agen yang menguasai pasar untuk kopra dan manau satu hingga dua orang yang memiliki kapal dan boat sebagai pendukung. Artinya mereka menguasai soal harga dan juga pasar," ujarnya. 

Pada 2019, Desa Simatalu menganggarkan dana Rp100 juta untuk menyokong pergerakan BUMDes. Namun anggaran tersebut belum diberikan karena pihak pengelola belum memberikan pertanggungjawaban penggunaan dana pada 2018. Kemudian akan ada seleksi sumber daya manusia pengelola BUMDes agar lembaga ini menjadi motor penggerak ekonomi. 

"Masih akan kita lakukan evaluasi dan meminta pertanggungjawaban pengelolaan BUMDes tahun lalu," katanya. 

Selain BUMDes Kabaraijat, hal yang sama juga terjadi pada BUMDes Koraibik Desa Simalegi. BUMDes ini belum melihat peluang usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat seperti menampung komoditi lokal serta usaha lainnya. 

"Belum menjadi salah satu sumber pendapatan desa dan ini masih akan terus dievaluasi agar keberadaan BUMDes tidak lagi menjadi beban desa, namun menjadi solusi peningkatan ekonomi masyarakat dan BUMDes itu sendiri," kata Kepala Desa Simalegi, Piator. 

BACA JUGA