Warga Siberut Barat Nikmati Lampu Tenaga Surya

Warga Siberut Barat Nikmati Lampu Tenaga Surya Seorang anak di Dusun Muntei Desa Simatalu sedang memegang lampu tenaga surya bantuan Kementerian ESDM. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIBERUTBARAT-Rumah milik Suwandi, warga Dusun Simalibbeg Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat Kepulauan Mentawai pada pukul 19.00 wib sudah terlihat terang pada bagian teras, ruang tengah, kamar dan dapur saat dikunjungi Mentawaikita.com Kamis, 21 Maret 2019.

Rumah Suwandi terang benderang bukan karena listrik tenaga mesin diesel, namun berkat Lampu Tenaga Surya Hemat Energy (LTSHE) program Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) tahun lalu melalui program Nawacita LTSHE. "Kalau dulu hidup lampu tidak menentu. Tergantung dari iuran masyarakat untuk membeli minyak solar," katanya.

Lebihlanjut dikatakan Suwandi, sebelum ada lampu tenaga surya di beberapa dusun yang ada di Desa Simatalu khususnya di pusat desa seperti Dusun Muntei dan Simalibbeg, pemerintah desa membeli mesin diesel untuk program penerangan warga. Oleh petugas penerangan setiap sore untuk setiap harinya berjalan ke rumah warga untuk mengumpulkan iuran pembelian minyak solar yang masing-masing Rp2 ribu per rumah. "Dengan biaya per hari begitu masih juga mengalami kendala sehingga lampu tidak juga setiap hari hidup," katanya.

Meski di rumah Suwandi sudah ada lampu tenaga surya, namun dirinya setiap malam selalu menghidupkan mesin generator dari pukul 19.00-24.00 wib agar alat elektronik di rumahnya seperti TV bisa dioperasikan karena PLTS yang ada hanya di desain khusus untuk penerangan. "Setiap malam saya perlu dua liter bensin untuk menghidupkan tv agar keluarga bisa menonton. Namun untuk soal penerangan itu sudah tidak lagi masalah hingga pagi hari," katanya.

Untuk harga bensin di Simalibbeg dan Muntei Rp15 ribu per liter saat harga normal. Sementara di saat terjadi kelangkaan BBM khususnya bensin harga bisa menjadi Rp25 ribu per liter. Sehingga untuk setiap malam, Suwandi mesti mengeluarkan biaya untuk menghidupkan mesin genset di rumahnya Rp30 ribu per hari.

Manfaat listrik tenaga surya ikut dirasakan masyarakat Dusun Limu Desa Simatalu, yaitu masyarakat Simatalu yang ada di jalur pantai. Karena selama ini masyarakat hanya menikmati lampu semprong atau lampu dinding yang menggunakan minyak tanah. Sementara harga minyak tanah di wilayah Simatalu antara Rp12-15 ribu per botol BIR Bintang. "Masyarakat sudah sangat terbantu dengan adanya lampu tenaga surya. Selain semua rumah masyarakat terlihat terang pada malam hari, masyarakat juga dapat terbantu dari segi biaya", katanya.

Tak hanya masyarakat di pusat desa dan masyarakat Simatalu bagian jalur pantai yang dapat menikmati lampu tenaga surya. Namun masyarakat Simatalu bagian hulu sungai seperti Dusun Polauruan ikut menikmati program Nawacita Presiden Joko Widodo.

"Masyarakat terbantu sekali dengan adanya program penerangan ini. Kampung terlihat terang pada malam hari serta beban biaya ekonomi masyarakat terkurangi dari pengeluaran membeli bensin atau minyak tanah," kata Xaverius,  Kepala Dusun Polauruan.

Kepala Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat, Stefanus Siribere mengatakan untuk Program LTSHE dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dinikmati masyarakat Simatalu yang belum memiliki program bantuan penerangan seperti PLTS. "Untuk daerah yang sudah ada PLTS terpusat tidak diberikan lagi. Namun untuk yang lainnya mendapat bantuan penerangan," katanya.

Untuk dusun yang ada di bagian Sumatalu jalur pantai, yang tidak mendapat program lampu tenaga surya yaitu Dusun Saikoat karena di dusun ini sudah ada PLTS terpusat. Sementara Limu, Bojo, Muntei, Simalibbeg, Amek, Polauruan, Lalateng, Suruan mendapat bantuan lampu tenaga surya.

Program lampu tenaga surya hemat energi dari Kementerian ESDM tahun 2018 di Kabupaten Mentawai sebanyak 1.077 unit dengan sasaran program empat desa, yaitu Desa Simatalu dan Simalegi Kecamatan Siberut Barat, Pasakiat Taileleu dan Sagulubbeg Kecamatan Siberut Barat Daya.

Untuk di Desa Simatalu sebanyak 560 unit, Simalegi 161 unit, Pasakiat Taileleu 58 unit dan Sagulubbeg 298 unit. 

BACA JUGA