Upaya Pemdes Mengubah Kebiasaan Sanitasi Buruk Warga

Upaya Pemdes Mengubah Kebiasaan Sanitasi Buruk Warga Perempuan di Dusun Simalibbeg Desa Simatalu sedang mengangkat air bersih. Tahun ini Desa Simatalu memprogramkan proyek air bersih

SIBERUTBARAT-Untuk mengubah perilaku dan kebiasaan sanitasi buruk warga, Pemerintah Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai memberi bantuan kloset dan material untuk membangun toilet atau kakus sederhana di rumah warga.

Seperti Suparman, warga Dusun Simalibbeg, mengaku senang kini di rumahnya sudah ada toilet sehingga kebersihan dan kesehatan keluarganya lebih terjamin karena dapat terhidnar dari penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan sanitasi yang buruk. "Di rumah sudah ada wc meski dindingnya terbuat dari atap daun sagu," kata Suparman, warga Dusun Simalibbeg pada Mentawaikita.com beberapa waktu lalu.

Sebelum ada toilet, umumnya warga membuang air besar di sungai yang ada di pinggir perkampungan. Sungai tersebut selain untuk membuang air besar juga digunakan sebagai tempat mandi, mencuci dan aktivitas anak-anak bermain air dan ibu-ibu mencari ikan sungai.

"Awal memang sulit karena tidak terbiasa. Namun karena sudah ada di setiap rumah masyarakat mulai sadar dan terbiasa. Ada sebagian yang belum sadar akan manfaatnya sehingga belum mereka gunakan," katanya.

Hal yang sama dikatakan Suwandi. Dengan bantuan dari pemerintah desa untuk pembangunan toilet masing-masing rumah masyarakat dirinya terdorong dan terbantu membuat bak penampungan air untuk mencuci dan mandi.  "Kalau untuk dinding kita pakai atap daun sagu saja", katanya.

Kepala Desa Simatalu, Stefanus Siribere mengatakan pembangunan toilet di rumah masing-masing warga di Desa Simatalu menjadi salah satu target dari program kepemimpinannya. Dimana dari 13 dusun yang ada untuk setiap tahunnya akan diprioritaskan pembangunan toilet. "Target kita untuk bidang kesehatan lingkungan salah satu pembangunan wc warga di masing-masing rumah," katanya.

Lebihlanjut dikatakan Stefanus, salah satu faktor pendorong terjadinya wabah penyakit di tengah masyarakat seperti diare, kolera karena faktor lingkungan yang tidak sehat salah satunya dengan membuang air besar sembarannga.

"Kita juga meminta pihak kesehatan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan di tingkat sekolah akan pentingnya kebersihan lingkungan seperti tidak membuang air besar sembarangan. Hal ini sudah kita kordinasikan dengan pihak puskesmas," katanya.

Untuk 2018, program pembangunan toilet warga disasar pada dusun yang ada di pusat desa, yaitu Dusun Simalibbeg dan Dusun Muntei sebanyak 150 unit. Untuk pembangunan toilet ini, pihak desa membantu memberikan kloset, paralon dan semen. Untuk pembuatan ditanggung masyarakat secara swadaya. "Untuk tahun ini kita fokuskan di tiga dusun yang ada di Paipajethulu, seperti Dusun Amek, Polauruan dan Lalateng sebanyak 180 unit," katanya.

Untuk program ini pemerintah desa mengalokasikan anggaran pembelian kloset, semen, paralon dari alokasi dana desa sekira Rp260 juta lebih.

Sedangkan untuk dusun yang sudah mendapat bantuan tahun lalu, tahun ini akan dibangun sarana air bersih yang dialirkan di sekitar rumah masyarakat agar nantinya pemanfaatan toilet yang sudah ada di rumah masyarakat dapat lebih maksimal.

"Karena kita melihat masyarakat tidak akan maksimal menggunakan wc di rumahnya bila tidak ada air yang mendukung di sekitar rumah masyarakat. Untuk tahun ini kita akan bangun sarana air bersih karena sumber airnya ada," katanya.

Tak hanya di Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat. Di Desa Simalegi, desa yang masih masuk wilayah kecamatan Siberut Barat juga memprogramkan pembangunan toilet di rumah masing-masing warga berdasarkan usulan masyarakat melalui kepala dusun tahun ini. "Tahun ini kita programkan 160 unit untuk delapan dusun dari sembilan dusun yang ada. Masing-masing dusun 20 unit," kata Piator Sirilaulau, Kepala Desa Simalegi.

Dusun yang menjadi target yaitu Betaet Utara, Betaet Selatan, Suteuleu, Sakaladhat, Muara Utara, Muara Selatan, Tengah Timur dan Tengah Barat. Sementara Dusun Saboilogkat tidak menjadi sasaran program karena tidak mengusulkan program pembangunan toilet.

Untuk pembangunan toilet, pemerintah desa membantu pengadaan semen, paralon dan kloset. Sementara untuk material batu dan pasir menjadi tanggungjawab masyarakat penerima program. "Masyarakat yang namanya menjadi sasaran penerima program wajib menyediakan material bangunan terlebih dahulu. Bila tidak ada maka desa akan mengalihkan pada masyarakat lainnya yang siap menerima," katanya.

Tahun ini Pemerintah Desa Simalegi Kecamatan Siberut Barat mendapat ADD (Alokasi Dana Desa) secara keseluruhan Rp3,6 miliar dan Desa Simatalu sebesar Rp5,8 miliar. 

BACA JUGA