Kuli Pemetik Cengkeh, Mengais Rezeki Saat Panen Tiba

Kuli Pemetik Cengkeh Mengais Rezeki Saat Panen Tiba Fransisko Siritoitet sedang memetik cengkeh di Bukit Sigaitaligei Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah, Mentawai. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBISAMUKOP-Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib, hujan sedikit gerimis tak dihiraukan Fransisko Sititoitet  (35) yang sedang memetik bunga atau buah cengkeh di Bukit Sigaitaligei Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Kita hanya kuli pemetik buah cengkeh, kerjanya memanen buah cengkeh orang, kalau pohonnya punya kita, sudah luar biasa sekali karena dapat untung sepenuhnya hari ini dengan buah yang cukup lebat," ujarnya sambil memetik buah cengkeh dpada MentawaiKita.com beberapa waktu lalu.

Sudah empat hari Fransisko memetik buah cengkeh milik sudirman dan Rismanto yang meminta jasanya sejak buah cengkeh baru mulai panen. Biasanya dimulai dari pagi hingga sampai sore hari hasilnya rata-rata mencapai 150 tekong susu kental manis cengkeh mentah. Dalam satu tekong susu cengkeh mentah dibeli pedagang Rp5 ribu per tekong.

Fransisko mendapat upah Rp1.500 per tekong, sisanya jatah si pemilik cengkeh . Total upah kuli per hari mencapai Rp200 ribu "Kalau pohon cengkehnya besar dan berbuah lebat bisa kita kejar lebih banyak diambil, namun jika pohonnya kecil hasilnya di bawah itu, hanya saja buahnya masih kecil-kecil tidak merata," ucapnya.

Fransisko menyebutkan, biasanya setiap panen cengkeh yang bisa dilakukan hanya jadi kuli karena tidak punya pohon cengkeh, kadang pemilik cengkeh menawarkan atau dia yang menawarkan jasa"Jadi kalau panen cengkeh kita juga berezeki, hasilnya sangat cukuplah membantu kebutuhan kita," tuturnya.

Namun Fransisko mengakui jadi kuli pemetik buah cengkeh tidaklah mudah, apalagi harus bertahan berjam-jam di dahan cengkeh, belum lagi jika cuaca tidak bagus,mendadak angin kencang yang menggoyang pohon cengkeh. "Kalau tidak hati-hati bisa terjatuh tapi ini sudah biasa saja,"ujarnya.

Musim panen cengkeh ini juga dimanfaatkan Noang Dinon  (17), pelajar asal Toroiji kelas 8 SMPN 1 Siberut Tengah. Dia sudah empat kali jadi kuli pemetik cengkeh. Mulai memetik sejak pulang sekolah sekira jam 12.00 WIB siang dan pulang jam 17.00 WIB dengan hasil 35 tekong cengkeh dengan upah Rp1.500 pertekong"Musim cengkeh ini senang kita, dapat uang Rp50 ribu sekali pergi dan dapat membeli keperluan sekolah seperti buku atau pensil dan lainnya," ujarnya kepada Mentawaikita.com.

Saat ini, pohon cengkeh warga Saibi tengah berbuah yang berada dilokasi Bukit Sigaitaligei,Masoggunei dan Silaggi-langgi di Dusun Sua.

BACA JUGA