11 Penderita TBC di Sikakap, Dua Diantaranya Meninggal

11 Penderita TBC di Sikakap Dua Diantaranya Meninggal Kampanye Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC oleh Puskesmas Sikakap, Kamis (21/3/2019). (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Dua dari 11 penderita Tuberkulosis (Tb/TBC) di wilayah kerja Puskesmas Sikakap Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggal dunia dalam rentang waktu Januari hingga Maret 2019. Sementara itu, 20 orang lainnya suspect TBC atau terindikasi namun bukan positif penderita.

"Dari 11 orang yang positif penyakit TBC di Kecamatan Sikakap, ada dua yang meninggal sejak Januari-Maret, hal ini disebabkan karena masyarakat terputus minum obat yang diberikan oleh Puskesmas Sikakap,” kata Antoni Martin, Kepala Puskesmas Sikakap, Kamis (21/3/2019).

Dia menyebutkan,  penderita TBC sebenarnya masih bisa disembuhkan asalkan rutin atau tidak putus minum obat yang diresepkan dokter. Penderita TBC golongan satu harus minum obatnya selama 6 bulan setiap hari, kalau terlupa atau putus maka pengobatan harus dimulai dari awal bahkan minum obatnya jadi 10 bulan diikuti dengan suntikan setiap hari selama dua bulan,” katanya.

Revi Noul Andryan, pemegang program TBC Puskesmas Sikakap menyebutkan, untuk memastikan seseorang positif menderita TBC,  pasien yang terindikasi dianjurkan terlebih dahulu dirontgen di rumah sakit di Padang atau di RSUD Tuapeijat, sebab peralatan di Puskesmas Sikakap belum memadai untuk membaca amuba bersel satu yang menyebabkan penyakit TBC.

“Ciri-ciri orang yang terindikasi TBC, batuk lebih dari dua minggu,, berat badan turun, nafsu makan berkurang, malam hari selalu berkeringat baik cuaca dingin atau panas, demam tinggi, dada terasa nyeri, dan cepat lelah,” katanya.

Erika Napitupulu, pemegang program promosi kesehatan Puskesmas Sikakap, mengatakan tahun lalu, pasien suspect TBC yang datang berobat ke Puskesmas Sikakap 58 orang, yang positif TBC sebanyak 25 orang, sebanyak 22 orang tuntas minum obat, dan bisa dikatakan sembuh TBC, satu orang meninggal dunia, tidak tuntas minum obat dua orang.

Untuk mengatasi penularan TBC, dalam rangka Hari Tuberkulos, Puskesmas Sikakap mengadakan kampanye Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC di Gedung Serbaguna Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Desa Sikakap, Kamis (21/3) diikuti sekitar 50 orang. 


BACA JUGA