Usaha BUMDes Saibi Sejahtera Berjalan Lancar

Usaha BUMDes Saibi Sejahtera Berjalan Lancar Direktur BUMDes Saibi Sejahtera, Serani Saleh Sakeru sedang memeriksa mesin fotokopi (Foto : Rinto/MentawaiKita.com)

SAIBI SAMUKOP—Usaha yang dijalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Saibi, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai berupa fotokopi dan penyedia alat tulis kantor (ATK) dan sekolah berjalan maksimal. 

Direktur BUMDes Saibi Sejahtera, Serani Saleh Sakeru mengatakan, usaha BUMDes dimulai akhir 2018 dengan penyertaan modal dari Pemerintah Desa Saibi Samukop sebanyak Rp110 juta.

Anggaran tersebut digunakan membeli mesin fotokopi, mesin pres dan ATK kebutuhan kantor serta sekolah. “Awalnya usaha yang jalan itu jual ATK dan peralatan sekolah serta mesin pres, karena untuk mesin fotokopi mengalami kerusakan mesin dan kabel-kabel, lalu sudah diperbaiki dan sudah beroperasi efektif 16 Maret ini," katanya kepada MentawaiKita.com, Selasa (19/3/2019).

Saleh menyebutkan, sejauh ini keuntungan yang telah diperoleh dari usaha tersebut sekira Rp2 juta. “Keuntungan itu digunakan untuk pembelian barang yang telah habis terjual, usaha ini baru efektif berjalan, jadi keuntungan yang kita dapat ini sudah bersih, kalau usaha jasa transportasi lancar jalannya namun sedikit keuntungannya masih digunakan pembelian minyak hingga kini," jelasnya.

Ia mengatakan, pada awalnya penyertaan modal yang akan dilakukan Pemdes Saibi sebanyak Rp250 juta karena selain kedua usaha yang telah berjalan, BUMDes juga akan mengelola usaha kerajinan tangan masyarakat namun dana yang baru dikucurkan sebanyak Rp163 juta. Selain Rp110 juta yang telah digunakan membuka usaha fotokopi dan ATK, sebanyak Rp53 juta digunakan membeli alat transportasi berupa perahu dan mesinnya untuk sarana usaha jasa transportasi.

"Sisanya masih ada di tangan Pemerintah Desa Saibi dan ini bukanlah sebuah masalah, tetap akan diberikan, sedangkan usaha kerajinan tangan itu masih belum kita jalankan karna masih menunggu dananya sekaligus dana tahun ini," ujarnya.

Menurut Saleh, untuk meningkatkan usaha yang telah ada, pihaknya masih membutuhkan penyertaan modal sebanyak Rp100 juta. Dana itu nantinya digunakan memperbaki mesin fotokopi yang rusak sekira Rp7 juta.

“Laporan kita saja belum disampaikan ke Pemdes, karna ini belum selesai, kalau dana tahun ini cair, usaha kerajinan tangan pasti akan kita jalankan, dan kini usaha kita sudah berjalan lancar dan tak ada kendala lagi," ujarnya. 


BACA JUGA