Listrik Biomassa Bambu Diuji Memakai Bahan Bakar Kayu

Listrik Biomassa Bambu Diuji Memakai Bahan Bakar Kayu Petugas memasukkan bahan bakat kayu untuk menyalakan listrik biomassa bambu. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com

ROGDOK- Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa(PLTBM) bambu Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepualauan Mentawai sudah diuji coba selama 6 hari dengan menggunakan bahan bakar kayu.

Kepala Pengawas Biomassa Bambu Desa Madobak Alexisius mengatakan, uji coba mesin biomasa akan dilakukan pada pukul 15.00 WIB dan akan mati pada pukul 03.00 WIB  dini hari,  selama uji coba akan menghabiskan 2,8 ton kayu. Saat ini sudah ada 120 ton kayu bulat dan 65 ton yang sudah dicincang.

"Bahan baku sudah ada di plant yang dibeli dari masyarakat, nanti kalau bahan baku habis akan diberitahukan kepada masyarakat agar mencari kayu dan menjualnya disini. Saat ini bahan baku memang sudah cukup hanya keterlambatan cincang kayu yang lama," kata Alex, Jumat (15/3/2019)

Alex menambahkan warga sudah mendapatkan arus listrik 450 Watt, satu mesin saat ini yang dihidupkan mempunyai arus sebanyak 150 KW.  "Selama uji coba, listrik mengaliri tujuh dusun sedangkan daerah Buttui belum menyalah karena persoalan lahan, nanti akan ada sosialisasi warga melalui kepala desa," terangnya.

Selain itu masalah lain yang dihadapi adalah beberapa lampu yang ada pada warga sudah ada yang rusak dan perbaikan instalasi belum ada, beberapa lampu jalan yang mati akan didata dan nanti akan diganti.

Petugas Healty Safety Environment (HSE) Ahmad Rizkillah menambahkan, satu unit mesin biomasa sudah diuji coba dengan menggunakan kayu sedangkan dua mesin lagi masih dalam tahap uji coba, jika lampu hidup 24 jam akan membutuhkan 7 ton bambu kering.

Satu mesin sudah hidup normal sesuai dengan proses mulai proses awal pembakaran, sampai kayu menjadi arang dan menghasilkan kekuatan listrik, untuk pembuangan pembakaran 3 buah ditambah pelarut jadi limbahnya ramah lingkungan, arang yang sudah keluar dan dikumpulkan oleh petugas. "Sekarang ini masih tahap uji coba dimana yang rusak dan tidak berfungsi akan diperbaiki karena semua tim masih ada di lokasi untuk melakukan uji coba," katanya.

Markus warga setempat menuturkan untuk biomassa ini sudah bagus, meski belum 24 jam. "Selama lampu hidup di rumahnya sudah cukup sebagai penerangan karena di rumah tidak ada alat elektronik,” katanya.

Kepala Desa Madobag Robertus menanggapi setelah selesai pembangunan biomassa ini sudah tidak ada lagi koordinasi dengan mereka sebagai pemerintah.Kades ini kembali duduk bersama dengan pihak biomassa.

"Kita ingin duduk bersama pemerintah dan biomassa untuk mencari jalan dan solusi apa yang akan dilakukan kedepan, perekrutan tenaga kerja juga mereka tidak melibatkan pemerintah desa, makanya saat ini saya belum memahami kerja biomassa," kata Robertus.

BACA JUGA