Masih Ada 20 Ribu Warga Mentawai Belum Punya JKN

Masih Ada 20 Ribu Warga Mentawai Belum Punya JKN Rakor Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang digelar Dinkes di Aula Sekretariat Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu, (13/3/2019). (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake meminta puskesmas mendata penduduk yang belum mendapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena masih ada 20 ribu warga daerah kepulauan itu yang belum mendapat JKN.

“Ada 20 ribu lagi masyarakat kita belum punya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), saya berharap seluruh masyarakat kita sudah dapat data, puskesmas sudah mendata penduduk yang belum mendapatkan JKN, saya mau 3 bulan sudah ke depan itu sudah ada, saya rasa cukup waktu itu. Kita ada biaya Rp12 miliar untuk itu,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Aula Sekretariat Daerah di Km 5 Tuapeijat, Sipora Utara, Rabu (13/3/2019).

Saat ini ada 15 puskesmas yang tersebar di seluruh Mentawai, tentu dengan jumlah demikian, pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan, bahkan desa mestinya sudah maksimal, untuk itu pasien yang sakit harus ditangani di puskesmas-puskesmas atau posyandu kesehatan desa (Poskesdes) terlebih dahulu, sebelum pasien dirujuk. Sebab banyak pasien yang langsung dirujuk di rumah sakit umum sebelum ditangani di puskesmas.

Sedangkan staf kesehatan sampai saat ini mencapai 1.100 baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS. “Maka dari itu kepala dinas, setiap empat bulan harus membuat surat peringatan, jika ada pegawainya yang tidak masuk kerja, dengan adanya surat peringatan, maka akan menjadi patokan sebagai dasar hukum untuk memberhentikan pegawai,” kata Kortanius.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan sesuai data pengguna BPJS Kesehatan yang dianggarkan lewat APBN sebanyak 28  ribu peserta dan APBD Mentawau serta APBD Provinsi sekitar 36 ribu orang. "Mungkin kalau diuangkan dikali Rp23 ribu kali 12 bulan, maka itulah jumlah biaya BPJS Kesehatan atau JKN pertahunnya," katanya di acara sama.

BACA JUGA