Belajar Budaya Mentawai di Sanggar Pumaijat

Belajar Budaya Mentawai di Sanggar Pumaijat Pelatih Sanggar Pumaijat Saibi Samukop Arsenius Sakailoat,sedang menghaluskan kulit batang nipah untuk bahan latihan pelajar membuat miru. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBISAMUKOP-Arsenius Sakailoat (63), terlihat sibuk memandu para pelajar yang sedang menganyam kulit nipah yang kering, sesekali senyum pria separuh baya ini membuat suasana ceria puluhan pelajar yang ikut belajar di pondok Sanggar Pumaijat yang sederhana itu.

"Anai Kugelai ahek kai Tatoga, Pasikut Miru (ini lagi mengajari anak-anak kerajian tangan,tentang cara menganyam dan membuat miru/menampi beras atau padi)," ujar Arsenius pada Mentawaikita.com yang berkunjung di Pondok Sanggar, Sabtu (9/3/2019).

Arsenius, selaku pelatih sanggar menyebutkan, Sanggar Pumaijat binaan Yayasan Budaya Mentawai memberikan pengajaran pada pelajar tentang segala macam kerajinan tangan yang memiliki unsur budaya Mentawai, selain membuat miru juga mengajari pelajar membuat opa, roiget, tikar dan kerajinan lainnya.

Mengajari pelajar tentang kerajinan dimulai Januari tahun ini dengan jadwal setiap hari Sabtu sore dan terbuka untuk seluruh pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA dengan gratis. "Kami juga ajari mereka turuk laggai (tarian) yang sudah kami mulai tahun lalu, jadi sore belajar kerajinan dan malam belajar turuk, ini terbuka juga bagi umum, tak ada batasnya," ucapnya.

Menurut Arsenius, budaya Mentawai terutama turuk laggai dan kerajinan tangan dan budaya lainnya yang memiliki unsur kearifan lokal sudah mulai terkikis seiring perkembangan jaman. Tujuan mengajari budaya ke pelajar agar lestari dan tetap ada di masa-masa yang akan datang hingga tak terlupakan dan turun-tumurun ke generasi berikutnya,"niat kita sebagai orang tua, generasi ini tahu dan memahami dan mereka dapat menentukan masa depannya, meski pondok sanggar tempat belajar ini kecil mereka tetap semangat," katanya.

Helsa Tiolina (16), seorang siswa kelas 8 SMPN 1 Siberut Tengah yang ikut serta belajar di sanggar mengaku termotivasi belajar budaya karena sangat menyenangkan. "Senang sekali belajarnya, kita banyak diajari berbagai hal tentang budaya ini di sanggar.Turuk juga saya belajar tahun lalu di sini dan tahun lalu juga kami ikut serta pesona Mentawai di Muntei dan dapat juara 1 manai ogok (pakaian adat Mentawai)," ujarnya.

BACA JUGA