Bulasat Masih Minim Infrastruktur

Bulasat Masih Minim Infrastruktur Pemukiman di Desa Bulasat yang minim infrastruktur. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

BULASAT- Desa Bulasat Kecamatan Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdiri dari 15 dusun masih minim pembangunan insfratruktur berupa jaringan telekomunikasi, jalan, air bersih dan penerangan. Dusun tersebut merupakan pemukiman hasil relokasi atau huntap di Asahan, Maurau, Lagigi, Bake, Bulasat, Tapak, Kinumbuk, Limu, Mapinang, Maonai, Lakkau, Limosua, Surat Aban, Surat Aban Jago Laggai dan Surat Aban Obak Simeru, jumlah penduduknya sekira 800 kepala keluarga.

Firman Saogo, Kepala Desa Bulasat mengatakan, di desanya belum ada tower atau jaringan telekomunikasi, masyarakat sulit menelepon, selain itu infrastruktur seperti jalan belum terkoneksi hingga ke Dusun Surat Aban  paling ujung pulau Pagai Selatan. "Karena jaringan telekomunikasi dan juga jalan belum terhubung antar dusun  maka  pertumbuhan ekonomi masyarakat sangat  sulit meningkat," katanya kepada Mentawaikita.com, Minggu (10/3/2019).

Padahal masyarakat dan pemerintah desa sudah menyediakan lahan di depan kantor desa Bulasat di Dusun Lagigi, Mapinang dan di Dusun Surat Aban. “Proposal sudah diajukan sekira tiga tahun yang lalu ke pihak Dinas Komunikasi dan informatika (Kominfo) Mentawai tetapi belum ada direspon,” katanya.

Dia menjelaskan, jalan trans Mentawai yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) Mentawai 2017 lalu  baru tahap pembukaan dan penimbunan jalan dari KM 52-Limu sepanjang 11 Km. tahun ini akan dilanjutkan Limu-Mapinang sepanjang 9 Km. “Masih ada 47 Km lagi yang harus diselesaikan dan 30 jembatan dengan bentang 7-25 meter hingga Dusun Surat Aban. Ini yang menyebabkan belum ada akses jalan yakni ada enam dusun, Maonai, Lakkau, Limosua dan Surat Aban, Surat Aban Laggai Sibau dan Surat Aban Obak Simeru," katanya.

Sementara itu, Penerangan Listrik Tenaga Surya (PLTS )  sudah ada di 13 dusun, yang belum di dusun Asahan dan Maurau. Sedang penyediaan air minum  PDAM sedang dibangun Dinas PUPR  dari Km 37-Km 44 Kinumbuk untuk enam dusun, sembilan dusun lagi belum ada . Bulasat masih butuh pembangunan infrastruktur untuk penunjang peningkatan ekonomi masyarakat, "katanya.

Darius (30), salah satu warga Surat Aban yang bertugas di Kantor Kecamatan Sikakap mengakui kesulitan menyampaikan pesan penting dari anak-anak atau keluarga yang sedang kuliah  di Padang atau di daerah lain ke keluarga di Bulasat karena tak ada fasilitas komunikasi.

"Pesan yang penting disampaikan ke kampung kepada orang tua atau sanak keluarga sulit sekali, " satu -satunya menunggu boat yang datang dari Surat Aban  untuk belanja ke Sikakap yang jadwalnya tidak menentu sebulannya kadang 2-3 kali baru ada boat  jalan darat juga sulit karena belum samapai ke Surat Aban"katanya.

BACA JUGA