Pembangunan Jalan Trans Mentawai Pagai Utara Dimulai Tahun Ini

Pembangunan Jalan Trans Mentawai Pagai Utara Dimulai Tahun Ini Jalan trans Mentawai menuju SMAN 1 Pagai Utara yang sudah dibuka pada 2016 lalu akan diselesaikan tahun ini. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

SAUMANGANYA-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan memulai pembangunan jalan trans Mentawai jalur Saumanganya-Mapinang Utara di Kecamatan Pagai Utara tahun ini. Panjang jalan 12 km dengan biaya Rp20,5 miliar dari APBD Mentawai 2019, sedang kontraktor pelaksana PT. Hariona.

Ifwandi, Direktur PT. Hariona mengatakan, pekerjaan dihitung mulai kontrak 27 Desember 2018 hingga 900 hari kalender dengan kontrak 3 tahun (multi years). Jalan akan dibuka selebar 20 meter, menimbun dengan urugan pilihan 5,2 meter dan cor beton lebar 4 meter dan tebal 20 cm.

"Pekerjaan di lapangan tergantung Mutual Cek (MC) nol dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai " katanya kepada Mentawaikita.com, Sabtu (9/3/2019) lalu.

Dia menjelaskan,  survei pengukuran jalan yang akan dibangun  melibatkan  masyarakat pemilik lahan, kepala dusun, kepala desa dan Camat Pagai Utara, survei awal dari Saumanganya dimulai dari Dusun Biubiu di depan SMAN 1 Pagai Utara atau di samping gedung Puskesmas Saumanganya yang  baru terus ke perbatasan Dusun Manganjo dan GuluGuluk saat ini sudah sekira 7,7 km dan dilanjutkan survei pengukuran  arah Pututukat, Pasapuat -Mabulau Buggei sekira 4,3 kilometer lagi.

“Yang sesuai kontrak kita bangun jalan di Pagai Utara Desa Saumanganya -Mapinang Utara sepanjang 12 kilometer pekerjaan untuk buka jalan dimulai awal April, saat ini masih survei pengukuran, kita ikuti sesuai dengan jalur yang di rencanakan konsultan perencana Dinas PUPR beberapa tahun yang lalu," katanya.

Saat ini sudah 10 dusun yang disurvei ukur jalan dan sejauh ini tidak ada gangguan tentang lahan yang akan dibangun jalan, masyarakat pemilik lahan setuju di 7,7 km setuju, masih ada 4,3 km lagi yang akan melintasi dusun. “Kami berharap seterusnya tidak ada hambatan agar kontraktor pelaksana bekerja sesuai dengan kontrak kerja dari Pemerintah dan jalan dapat di manfaatkan masyarakakat," katanya.

Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai melanjutkan pembangunan jalan trans Sibaibai-Mabolak Desa Sikakap Kecamatan Sikakap tahun ini sepanjang 8,5 kilometer.

Konsultan pengawas proyek, Feri,  mengatakan pekerjaan jalan Sibaibai-Mabolak sepanjang 8,5 kilometer dilakukan PT. Atasurya dengan kontrak sejak 23 Desember 2018 selama 14 bulan. Anggaran bersumber dari APBD Mentawai 2019 sebesar Rp 19 miliar.

Dia menjelaskan, survey ukur sudah selesai, alat berat sudah berada di lokasi, saat ini, tinggal menunggu mutual cek nol dari Dinas PUPR Mentawai. “Jalan akan dicor beton selebar 4 meter namun panjangnya masing menunggu dari Dinas PUPR,” katanya.

Martinus Sababalat, Kepala Dusun Panatarat Desa Matobe Kecamatan Sikakap menjelaskan, jalan trans Mentawai Sibaibai-Mabolak yang akan dibangun akan bertemu dengan jalan trans Mentawai Sikakap-Matobe. “Jalan yang dibangun tahun ini di areal milik warga Panatarat, akhir Januari yang lalu saya dan beberapa  pemilik lahan bersama pihak kontraktor sudah mensurvei dan mengukur jalan yang akan dibangun, pemilik lahan setuju jalan dibangun melintas di ladang mereka tidak ada masalah," katanya.

Ada 7 warga Panatarat yang tanahnya terkena jalan trans Mentawai. Martinus berharap dengan adanya jalan, warga Panatarat yang berladang akan mudah membawa hasil panen ke ibu kecamatan.

BACA JUGA