Berkah Usai Badai, Nelayan Panen Ikan Ambu-Ambu

Berkah Usai Badai Nelayan Panen Ikan AmbuAmbu Nelayan di masabuk Desa Sikakap, Mentawai yang baru merapat ke darat sedang melepaskan ikan ambu-ambu dari jala. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Usai badai yang melanda perairan sekitar Sikakap Kepulauan Mentawai dua hari lalu, nelayan panen ikan jenis ambu-ambu. Mereka yang memancing sejauh 4 mil dari daratan bahkan bisa membawa pulang ikan ambu-ambu 100 kg dalam semalam melaut.

Para nelayan tradisional yang biasanya berangkat melaut pukul 17.00 WIB dan pulang pukul 06.00 WIB ini menggunakan jala bahkan tangguk karena banyaknya ikan. Rata-rata ikan yang berhasil didapat ukuran kecil.

"Setelah badai berlalu dua hari lalu, sekarang ini musim ikan ambu-ambu kecil, bahkan saya sekarang dapat dua fiber lebih beratnya ada sekitar 100 kg," kata Dahnil (50), nelayan tradisional Desa Sikakap, Senin (11/3/2019).

Sementara Ardison (48), nelayan lain mengatakan, banyak ikan mempengaruhi hasil jual, biasanya ikan ambu-ambu itu dijual Rp15 ribu perkilogram sekarang dijual hanya Rp8 ribu perkilogram. “Setelah badai ini saya pernah mendapatkan ikan ambu-ambu itu 150 kg, ikan ambu-ambu tersebut ditangkap dengan menggunakan tangguk dan jala, dari hasil tangkap itu uangnya disimpan untuk kebutuhan anak sekolah, dan biaya selama bulan terang, bulan umur 13 hari sampai 18 hari kita para nelayan tidak pergi melaut, selama tidak melaut yang bisa dilakukan hanya memperbaiki alat-alat tangkap dan peralatan melaut lainnya seperti mesin boat,” katanya.

 

BACA JUGA