Sani, Balita Penderita Tumor Mata dari Mentawai Butuh Bantuan

Sani Balita Penderita Tumor Mata dari Mentawai Butuh Bantuan Sani, balita 3 tahun yang menderita tumor di bagian mata dari Terekanhulu, Siberut Utara butuh biaya untuk berobat. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Sani (3 ), warga Dusun Terekanhulu Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara Kepulauan Mentawai menderita tumor di matanya yang kian membesar dan mulai bernanah. Yustinus (39), orang tua Sani belum bisa membiayai operasi tumor anaknya karena tak punya uang cukup.

"Saya tidak tahu harus berbuat apalagi untuk kesembuhan anak saya. Sementara kondisinya makin memprihatinkan," kata Yustinus pada Mentawaikita.com, Minggu, 10 Maret 2019.

Dikatakan Yustinus, penyakit yang diderita anaknya mulai terlihat ketika berusia dua bulan, saat itu bagian mata kiri Sani terlihat memerah dan gatal. Namun keanehan itu tidak begitu diperhatikan karena menganggap hal itu biasa bagi seorang bayi. "Kami menyangka kalau itu akibat dia menggaruk matanya. Namun makin lama terlihat makin membesar," katanya.

Lebihlanjut dikatakan Yustinus, melihat kondisi mata kiri anaknya makin membengkak mereka hanya menggunakan obat tradisional yang ada di sekitar wilayah Terekanhulu. Obat kampung yang diberikan tidak kunjung ada hasil. "Kami pernah membawa anak kami pada waktu ada pengobatan gratis di Tuapeijat. Namun kata dokter usianya masih kecil sehingga belum bisa dilakukan operasi," katanya.

Keinginan Yustinus membawa anaknya untuk berobat ke Padang agar ditangani dokter spesialis tumor atau dokter anak terkendala biaya. Sementara anaknya belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. "Makanya saya ke Tuapeijat untuk mengurus ini agar kartu BPJS kesehatan anak saya keluar secepatnya dan dapat ditangani dengan cepat", katanya.

Dikatakan Yustinus, kendala biaya menjadi faktor utama anaknya belum mendapat pertolongan medis secara serius karena untuk membawa anaknya ke Tuapeijat bersama keluarga membutuhkan biaya yang cukup banyak, seperti biaya transportasi, makan dan kebutuhan lainnya selama di Tuapeijat maupun di Padang.

"Saya berharap proses pengurusan BPJS kesehatan cepat sehingga saya pulang langsung membawa anak saya ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Mentawai atau Padang. Kasihan melihat anak saya yang tidak bisa bermain bersama dengan teman seusianya," katanya.

BACA JUGA