Ada PNS Baru, Ada yang Sedang Proses Dipecat

Ada PNS Baru Ada yang Sedang Proses Dipecat Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menyerahkan SK 80 Persen CPNS di Tuapeijat, Sipora Utara. (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Pemerintah daerah Menatwai terus berupaya mengisi kekurangan pegawai negeri untuk mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sebab sudah sudah lima tahun tidak ada pengangkatan pegawai, baru tahun lalu Pemda Mentawai mendapat kuota formasi penerimaan pegawai negeri sebanyak 300 orang.

Hari ini, Jumat (8/3/2019) sebanyak 265 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi tahun lalu menerima SK 80 persen dari Pemda Mentawai yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati, Kortanius Sabeleake.

Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan yang juga hadir saat acara mengatakan, saat ini Pemda Mentawai sedang menata birokrasi agar memberi pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Bukti komitmen itu Pemda Mentawai saat ini  sedang memproses tujuh Pegawai Negari Sipil (PNS) yang bekerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai karena melanggar aturan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010.

“Saat ini sudah sudah ada yang kita proses jadi sekarang tidak ada toleransi lagi, harus kita tindak tegas, kalau mau bawa ke jalur hukum silakan,”  kata Martinus Dahlan, Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai pada acara penyerahan SK 80 persen kepada 265 CPNS di Aula Bappeda, Kilometern 4, Tuapeijat, Sipora Utara, Jumat, (8/3/2019).

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil ini yang menjadi dasar Pemda Mentawai ingin meningkatkan kualitas kerja aparaturnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Terkait nama oknum PNS yang tidak masuk kerja dan melanggar ketentuan Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010 belum bisa diberikan kepada publik. “Karena masih dalam proses,” kata Sekda.

Tak hanya itu, banyaknya oknum PNS di Mentawai yang sering tak masuk kerja berbulan-bulan hingga hitungan tahun membuat Pemda Mentawai geram. Sekda juga tegas pada pegawai yang pandah belum masa waktu pengabdian 10 tahun.

“Minta pindah sebelum waktu tidak akan kami proses, kami akan proses pegawai yg tidak masuk kerja, kami tidak akan takut untuk melalui proses gugatan, kalau kepala OPD tidak berani menegur, kami akan tegur kepala OPD nya, kalau sudah sampai di BKPSDM kami akan proses,” kata Sekda. 

BACA JUGA