Guru Non PNS Minta Perhatian Pemda

Guru Non PNS  Minta Perhatian Pemda SMAN 1 SIberut barat di Simalegi Betaet. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

BETAET-Guru-guru Simalegi Betaet, Kecamatan Siberut Barat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Mentawai terutama bagi mereka yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun namun tidak lulus seleksi CPNS.

“Kalau bisa guru-guru yang sudah lama mengabdi diberi perhatianlah, apalagi mereka yang masih honor dan gajinya di bawah standar, karena mereka sudah lama mengabdi jadi guru,” kata Maria Elvi Hutagalung, guru SMPN 1 SIberut barat nya saat acara ramah- tamah bersama Bupati Mentawai YUdas Sabaggalet dan rombongan di aula Kantor Camat Siberut Barat, akhir Februari lalu.

Selain itu, Elvi juga meminta Pemda Mentawai melengkapi infrastruktur di Simalegi Betaet seperti pasar, sebab para guru atau pegawai yang merantau di Betaet kesulitan mencari sayuran atau bahan-bahan untuk dimasak, sebab jika belanja di kecamatan tetangga biaya perjalanan cukup besar, apa lagi pulang balik.

“Kami berharap di Betaet ini juga ada pasar yang jual sayuran, kalaupun tidak ada gedungnya, mungkin kami bisa memakai tempat-tempat tertentu untuk membuka pasar di sini, yang penting ada izin dari Camat, karena banyak sayuran dan juga hasil kebun masyarakat tidak dijual, jadi dengan adanya pasar masyarakat bisa jual beli di situ,” ujarnya.

Selain itu, guru-guru SMAN 1 Betaet juga berharap sekolah menengah atas (SLTA) dikelola kembali oleh Pemda Mentawai, sejak SMA dikelola Pemerintah Provinsi Sumbar, pengelolaan guru kontrak Kabupaten Kepulauan Mentawai pun ikut pindah ke Pemerintah Provinsi, sehingga banyak guru kontrak yang bingung akan masa depan mereka.

“Kami juga guru kontrak SMA yang dulu ditanggung Pemda Mentawai, setelah SMA pindah ke Pemprov, kami bingung masa depan kami akan seperti apa besok, jadi kami berharap SMA kalau bisa pindah lagi ke Pemerintah Kabupaten,” kata Markus, salah seorang guru SMAN 1 Siberut Barat.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Motisoki Hura menjelaskan bahwa guru-guru yang ada saat ini di Mentawai sudah diangkat sebagai guru kontrak, dan gajinya sudah sesuai dengan pendidikan masing-masing guru.

“Saya rasa untuk guru-guru sudah kita angkat sebagai guru kontrak semua, tapi kalau ada yang tercecer (lulus CPNS), mungkin itu maksudnya, kalau gajinya sudah sesuai dengan pendidikannya,” ungkap Moti.

Sementara terkait kewenangan pengelolaan SMA dan sederajat, Yudas Sabaggalet menjelaskan bahwa pihaknya sudah pernah meminta agar dikembalikan ke pemkab termasuk guru kontrak, dengan meminta dilakukan penandatanganan MoU.

“Kami sudah bicara dengan bapak Gubernur, tetapi sampai saat ini tidak ada jawaban tentang itu, kita sudah berupaya, sekarang termasuk gedungnya dikelola pemerintah provinsi, mau gedung itu rusak, bukan tanggung jawab kita lagi,” ujar Yudas.

Lebih lanjut dikatakan Yudas, guru-guru kontrak yang mengajar di SMA sulit ditarik oleh Pemda Mentawai, kecuali guru yang bersangkutan mengundurkan diri mengajar di SMA, atau keluar, kemungkinan pihak Pemda akan mempertimbangkan guru tersebut.

Yudas juga berharap hubungan antara masyarakat dengan pegawai dari luar bisa berjalan harmonis sehingga para pegawai betah bekerja melayani masyaraka

BACA JUGA