Sudah Bayar Lunas, Listrik Belum Tersambung

Sudah Bayar Lunas Listrik Belum Tersambung Dusun Sirilanggai Desa malancan Siberut Utara. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Beberapa warga Dusun Sirilanggai Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara mengaku kecewa dan protes terkait lambatnya penyambungan jaringan listrik baru di rumah mereka, sementara mereka sudah membayar lunas pembayaran sambung jaringan listrik baru.

"Saya susah bayar lunas melalui petugas pada Desember lalu, sementara sampai sekarang listrik belum juga disambung di rumah, " kata Jecki, salah seorang warga pada Mentawaikita.com, Selasa, 19 Februari 2019.

Dikatakan Jecki, untuk biaya sambung listrik yang baru dengan daya 900 Watt untuk program subsidi Rp1.750.000 diluar pembelian kabel, stop kontak, bola lampu. "Yang mereka pasang itu meteran dan sambung listrik. Untuk lainnya kita yang beli, " katanya.

Barnabas Saerejen, warga lainnya mengatakan saat sosialisasi dengan masyarakat pihak biro PLN memgatakan bila pembayaran sudah dilakukan maka listrik akan tersambung pada jangka waktu satu minggu. "Paling lama dua minggu setelah pembayaran. Tapi saat ini tidak seperti itu kenyataannya, " katanya.

Ligi Loers, warga Sirilanggai yang menjadi perpanjangan tangan antara biro PLN Tuapeijat dengan masyarakat mengakui bahwa masih ada warga Sirilamggai yang belum tersambung jaringan listriknya meski sudah membayar lunas. "Untuk yang sudah bayar lunas ada dua orang, sementara yang lain masih bayar uang muka, " katanya.

Terkait hal ini, dikatakan Ligi sudah disampaikan pada pihak biro PLN namun belum ada jawaban atau tanggapan. "Kita kontak dan sms namun belum ada jawaban. Kita sudah sampaikan pada pelanggan yang sudah membayar untuk dapat menghubungi pihak biro untuk mendapat jawaban. Kita berharap dalam bulan ini sudah ada jawaban", katanya.

Dikatakan Ligi, bila pihak biro PLN tidak sanggup lagi menyelesaikan tanggungjawabnya maka uang masyarakat harus dikembalikan agar masyarakat dapat mencari pihak lain untuk pemasangan sambung listrik baru. "Sampai saat ini belum ada jawaban. Bahkan ada yang mau melalukam penyitaan barang milik biro atau barang milik PLN. Kita berharap ada solusi untuk ini", katanya.

BACA JUGA