Jalan Evakuasi Tsunami di Tamairang Rusak

Jalan Evakuasi Tsunami di Tamairang Rusak Pondok-pondok pengungsian di Bukit Tamairang Kecamatan Siberut Utara Kepulauan Mentawai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Kecepatan sepeda motor yang dikendarai Novita Sakerebau, pelajar SMPN 1 Siberut Utara hanya 20 KM per jam. Sesekali kakinya harus turun agar menjaga keseimbangan ketika jalan berlumpur atau tergenang air. Ini mengantisipasi kalau motor terjebak lumpur atau lubang yang membuat dirinya terjatuh.

"Apalagi kalau jalan sedang ramai orang. Maka kita harus hati-hati karena saling mencari jalan yang bagus, " katanya Selasa, 19 Februari 2019.

Untuk menempuh perjalanan dari Muara Sikabaluan menuju sekolahnya yang berjarak 4 Km membutuhkan waktu tempuh 25 menit. SMPN 1 Siberut Utara terletak di jalan raya Muara Sikabaluan-Monganpoula Kecamatan Siberut Utara Kepulauan Mentawai yang juga menjadi jalur menuju Bukit Tamairang yang menjadi satu-satunya jalur evakuasi bagi masyarakat Muara Sikabaluan khususnya Dusun Muara dan Dusun Nangnang.

Jalan Sikabaluan-Monganpoula yang menjadi satu-satunya jalan menuju jalur evakuasi kondisinya rusak parah, dan badan jalannya sudah mengecil karena rumput tumbuh meninggi pada kiri-kanan badan jalan. Lebar badan jalan yang sudah dirabat beton melalui program P2D Mandiri 3 meter. Namun saat ini lebarnya tinggal 1,5-2 meter.

Sementara untuk badan jalan menuju pengungsian Tamairang yang dibangun PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dengan lebar 1,5 meter juga mengecil dan sudah rusak karena retak dan berlubang.

Reporter Mentawaikita.com mencoba menguji waktu tempuh dari Sikabaluan menuju pengungsian Tamairang menggunakan sepeda motor pada jam masuk sekolah dan jam masuk kerja kantor pemerintah serta pada jam sepi pengguna jalan. Untuk jam masuk sekolah atau jam masuk kantor waktu tempuh dari Sikabaluan menuju Tamairang 20 menit. Pada waktu sepi waktu tempuh bisa menjadi 10 menit.

Cepat atau lambatnya laju sepeda motor karena pejalan kaki dan pengendara sepeda motor saling mencari jalur jalan yang bagus sehingga mengabaikan jalur masing-masing. Untuk waktu tempuh berlari dari Sikabaluan pada waktu ramai pengguna jalan membutuhkan waktu 30 menit. Pada kondisi pengguna jalan sepi waktu tempuh berlari 15 menit. Sedangkan untuk jalan kaki pada waktu sepi membutuhkan waktu 35 menit dan pada waktu sepi membutuhkan waktu 25 menit.

Dilihat dari kondisi jalan dari Sikabaluan menuju Tamairang, kemacetan akan terjadi bila dua dusun yang menggunakan jalan tersebut bertemu pada simpang tiga di depan rumah Agustinus Sabebegen. Selain jalur persimpangan juga setelah simpang badan jalan akan mengecil dari 3 meter menjadi 1,5-2 meter karena badan jalan yang rusak serta rumput tumbuh di kiri-kanan badan jalan. Kondisi jalan ini yang harus dievaluasi pemerintah setempat, sebab waktu tiba gelombang tsunami ke dataran Mentawai jika gempa megathrust terjadi hanya 3-5 menit saja.

BACA JUGA