Uji Coba Listrik Biomassa Bambu di Mentawai Pakai Solar

Uji Coba Listrik Biomassa  Bambu di Mentawai Pakai Solar Petugas sedang menghidupkan mesin biomassa bambu di Dusun Rogdok Desa Madobag Kepulauan Mentawai. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Pembangkit listrik biomassa bambu yang dibangun di Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai diuji coba menggunakan bahan bakar solar. Proses uji coba dilakuakn sudah seminggu saat dikunjungi Mentawaikita.com ke area pembangit, Senin (18/2) lalu.

Uji coba menggunakan solar dilakukan PT. Widuri selaku subkontraktor dengan masa operasi mesin dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 tengah malam.

Mekanik pembangkit listrik biomassa bambu di Desa Madobag, Agus Prianto mengatakan, uji coba tiap malam selama enam jam menghabiskan 60 liter solar untuk 400 rumah yang berada di Dusun Rogdok dan Kulukubuk.

Uji coba pakai solar akan berakhir pada pertengahan Maret mendatang dan selanjutkan akan menggunakan kayu yang akan dibeli dari masyarakat setempat. "Kayu sudah ada di lokasi pembakaran pada pertengahan Maret, kayu itu akan dibakar sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” kata Agus.

Kayu digunakan, jelas Agus, karena bambu yang sedianya menjadi bahan baku belum tersedia. Ia memperkirakan, kebutuhan bambu untuk mengoperasionalkan pembangkit hingga 3,5 ton, itupun hanya untuk menghidupkan dua mesin. Namun dia tak bisa memastikan kapan bahan baku bambu akan tersedia dan cukup.

Sejauh ini, kondisi mesin pembangkit cukup stabil dan tidak ada kerusakan. “Kalau ada yang rusak, akan ada teknisi yang memperbaiki,” katanya.

Kepala Dusun Mangorut, Gervasius mengatakan, belum semua rumah warga yang teraliri listrik biomassa hidup karena ada beberapa persoalan seperti ada jaringan kabel yang diputus, sebab ada warga yang keberatan pohon sagunya ditebang menghalangi jaringan listrik.

“Karena itu lampu yang hidup baru di sekitar Rogdok hingga Kulukubuk, sementara dusun lain masih dalam proses,” kata Gerva.

Gerva yang berumah di Dusun Rogdok mengungkapkan terima kasih kepada pemerintah karena sudah membangun fasilita spenerangan untuk warga. Ia juga berharap, adanya listrik bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga.

Program pembangkit listrik biomassa bambu ini dimulai sejak Maret 2017 melalui dana hibah Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) sebesar USD 12,4 juta. Proyek dibangun kontraktor pelaksana PT. Clean Power Indonesia (CPI) yang menggandeng PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) sebagai kontraktor dan PT. Indopower International untuk konsultan penyusun UKL/UPL serta Ekologika sebagai konsultan feedstock, pembibitan dan penanaman bambu.

Proyek pembangkit dibangun di tiga desa, Desa Madobak dan Matotonan di Kecamatan Siberut Selatan dan Desa Saliguma di Siberut Tengah. 


 

BACA JUGA