Bupati: Pembangunan Jaringan Fiber Optik Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Mentawai

Bupati Pembangunan Jaringan Fiber Optik Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Mentawai Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet (Foto : Suntoro/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT—Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan pembangunan jaringan fiber optik bawah laut membawa dampak positif peningkatan ekonomi masyarakat. Ia mengatakan bahwa pembangunan jaringan fiber optik tidak hanya dimanfaatkan orang tertentu, namun seluruh warga Mentawai bisa menikmatinya.

“Ini sangat berdampak kepada masyarakat, kenapa? Dengan adanya fiber optik ini maka masyarakat tidak perlu lagi menjual hasil kebunnya ke pasar atau ke tempat lain, mereka bisa menjual hasil tani mereka lewat internet, jual pisang, keladi, pinang, atau coklat, itu akan sangat muda,” kata Yudas saat ditemui MentawaiKita.com di ruang kerjanya, Kamis (14/2/2019).

Ia menyampaikan bahwa jaringan fiber optik tersebut dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan ekonomi, “Jangan kita manfaatkan dengan hura-hura saja, internetan tidak berguna, coba itu dikembangkan untuk diri kita. Kita blow up sumber daya kita untuk kemakmuran kita,” ujar Yudas.

Keberadaan internet juga berdampak pada perkembangan pariwisata, sebab jika fiber optik ini sudah siap maka akan memudahkan wisatawan domestik mengakses informasi di Mentawai sebagai kawasan pariwisata sehingga tidak ada hambatan bagi mereka. 

Menurutnya, jika ini terwujud akan banyak orang berkunjung dan terjadi perkembangan perekonomian bagi masyarakat Mentawai.

“Komunikasi itu bukan hanya telpon saja, bukan hanya bicara saja, tapi sekarang sudah zamannya internet, sudah instagram, WA, twitter dan sebagainya, nah kalau tidak ada fiber optik itu, kita pasti tidak akan bisa menggunakan itu semua (internet),” kata Yudas.

Yudas menyebutkan, setelah pembangunan jaringan fiber optik di ibu kota kabupaten Tuapeijat baru akan disebar ke daerah Sikakap dan Siberut. 

“Kalau sudah ada fiber optik ini, stasiunnya di Tuapeijat, maka selanjutnya akan kita sebar ke pulau-pulau, baik daerah selatan di Sikakap maupun di bagian Utara di pulau Siberut, sehingga seluruh Kepulauan Mentawai ini bisa menikmati internet, sehingga sama hak kita di republik ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, dengan adanya jaringan fiber optik bawah laut semua kegiatan atau pekerjaan bisa dipromosikan lebih luas lagi dan aksesnya tidak sulit. 

Yudas menyadari, selain sisi positif, juga akan ada dampak negatif jika jaringan fiber optik ini sudah rampung di Mentawai sebab akan disalahgunakan oleh orang-orang, seperti menggunakan internet untuk melihat hal yang tidak senonoh. 

“Tapi semua itu tidak usah kita takut, tergantung pada penguatan keluarga, mereka bisa memberikan pendidikan kepada anak. Jika dilarang keras juga, kita merasa rugi, sebab di dalam internet banyak pengetahuan teknologi, ada informasi ilmu pengetahuan, ada perkembangan dan sebagainya,” ucapnya.

Ia menhimbau kepada masyarakat, terutama warga Mapaddegat untuk menjaga lingkungan serta kebersihan pantai, seperti penambangan pasir karena jika terkikis maka akan terganggu, sebab kabel serat optik ditanam di dalam pasir.

Mukdin (34), warga Tuapeijat menyebutkan, pembangunan jaringan fiber optik di Mentawai baru diketahuinya pada berita dan media sosial. Menurutnya jika memang pembangunan fiber optik berdampak positif maka silakan dilaksanakan.

“Kalau memang menguntungkan bagi masyarakat, pasti kita tidak melarang, silakan dibangun toh ini untuk kita juga, tapi kalau merugikan banyak orang terus terang saya sendiri tidak setuju. Kalau hal positif tidak mungkin kita larang,” katanya kepada wartawan.

Mukdin berharap ke depan tidak hanya jaringan fiber optik saja, namun pembangunan lainnya yang belum ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai atau melakukan peningkatan seperti jaringan Telkomsel belum maksimal di berbagai daerah. 

BACA JUGA