SMAN 1 PUS Daftarkan 184 Siswa Ikuti Bidikmisi

SMAN 1 PUS Daftarkan 184 Siswa Ikuti Bidikmisi Siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan, Kecamatan Sikakap mengikuti Ujian Nasional tahun lalu (Foto : Supri/Mentawaikita.com)

BERKAT—SMAN 1 Pagai Utara Selatan (PUS), Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mendaftarkan sebanyak 184 siswa pada program beasiswa Bidikmisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala SMAN 1 PUS Mushofah mengatakan, siswa tersebut didaftarkan pada 85 perguruan tinggi yang ada di tanah air. “Mudah-mudahan beberapa siswa ada diterima kesempatan beasiswa disediakan pemerintah pusat, anggarannya sudah tersedia tinggal menunggu universitas menyeleksi siswa yang diterima nantinya,” kata Musyofah kepada Mentawaikita.com, Jumat (1/2/2019).

Pendaftaran siswa tersebut telah dilakukan sejak 4-27 Januari lalu dengan memberikan  syarat administrasi berupa nilai semester 1-5, kartu keluarga siswa, surat keterangan tidak mampu dari kepala desa dan luas tanah yang dimiliki orang tua. Data-data tersebut dikirim secara daring (dalam jaringan)melalui Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Seleksi calon penerima beasiswa Bidikmisi ada dua jenis yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan melihat berkas nilai yang diserahkan pada saat mendaftar Bidikmisi. Jika tidak lulus ujian pertama maka dapat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“SNMPTN secara Online dan seleksi SBMPTN secara tertulis yang akan diselenggarakan di sekolah ini, tidak perlu siswa mengeluarkan biaya untuk ke Padang pihak sekolah akan menyediakannya setelah Ujian Nasional pada April nanti,” katanya.

Jika lulus seleksi, kata Musyofah, beasiswa akan diberikan selama 4 tahun, uang kuliah akan dibayar Bidikmisi serta tiap bulan mendapat uang saku Rp700 ribu.  Ia berharap minimal 10 siswanya lulus Bidikmisi nanti sehingga orangtua siswa di Mentawai akan terbantu pada pembiayaan kuliah. 

“Paling nantinya biaya tambahan belanja dan kos lagi, tidak pikirkan uang semester, hal ini pihak sekolah mengajak orangtua untuk bersemangat mendorong dan mengawasi anak untuk sekolah dan belajar dengan giat mulai masuk SMA karena nilai rapor semester sebagai salah satu  syarat SNMPTN, nilainya yang prioritas bagus agar dapat meraih beasiswa yang sudah disediakan pemerintah pusat,” katanya. 

Musyofah memberi saran kepada orangtua dan siswa untuk juga mempertimbangkan siswanya masuk ke Universitas Islam yang ada di Indonesia sebab mata kuliah yang ada di perguruan tinggi tersebut tak melulu pelajaran agama Islam tapi ada mata kuliah lain seperti prodi ilmu keguruan Fisika, Biologi, Matematika, sejarah, Sosiologi dan sebagainya.

“Tergantung pilihan siswa bersangkutan, ada terbuka untuk siapa saja kuliah di sana muslim maupun non muslim, menurut saya  peluang besar ada di sana seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol  di Padang ini perlu disampaikan agar diketahui oleh siswa dan orang tua agar peluang ini tidak terlewati bagi siswa ikut Bidikmisi.” ujarnya

BACA JUGA