Data Sementara: 11 Rumah, 1 Gereja dan 1 Sekolah Terdampak Gempa di Sikakap

Data Sementara 11 Rumah 1 Gereja dan 1 Sekolah Terdampak Gempa di Sikakap Menara GKPM Sikautek Taikako roboh setelah diguncang gempa. (Foto: Ferdinan Salamanang untuk Mentawaikita.com)

TAIKAKO—Dari pendataan sementara Muspika Sikakap, gempa beruntun yang berpusat di Pagai, Sabtu lalu, ada 11 rumah mengalami rusak ringan atau retak, empat rumah menyebabkan sopi rumah rusak, satu gereja menaranya roboh dan tiang salah satu kelas SDN 02 Taikako terpisah dari dindingnya.

Pendataan dilakukan Camat Sikakap Fransiskus Sakaletuk, Kapolsek Sikakap Iptu Hendri, Danramil Sikakap Kapten INF. Putra Damanik dan Kamla Sikakap Peltu. Dwi Wahyono, Senin pagi (4/2/2019).

"Dari data sementara di Desa Taikako Kecamatan Sikakap dari 15 rumah di Dusun Lajau Manai, 11 rumah retak-retak, dan beberapa rumah lantainya turun, 4 rumah lubrik sopi atap jatuh ke lantai, 1 gereja GKPM di Dusun Sikautek rusak berat, dan SDN 02 Taikako juga rusak dimana tiang kanan kiri lokal kelas VI berpisah dengan dinding, untung bangunan SD tersebut setengah permanen," kata Fransiskus Sakaletuk.

Ia menyebutkan,  keterlambatan muspika mendata ini karena tidak ada warga yang melapor terjadi kerusakan di dusun atau desanya. “Tahu kita ada kerusakan setelah membuka Facebook milik Ferdinand Salamang di dalam Facebook nya beliau mengunggah foto-foto gereja GKPM Sikautek Taikako yang rusak, berdasar itulah kami dari muspika Kecamatan Sikakap langsung turun ke Desa Taikako untuk mendata kerusakan yang ada, ke lima beras rumah yang rusak di Dusun Lajau Manai itu runah bantuan khusus, katanya.

Ferdinan Salamanang salah satu pendamping desa di Mentawai mengatakan, dia mengetahui ada gereja roboh itu sejak kemarin saat berkunjung ke daerah tersebut pada Minggu (3/2/2019). “Jemaat terpaksa menjalankan kebaktian minggu di halaman gereja dengan memakai tenda biru dan kursi-kusi dalam gereja dipindahkan ke luar,” kata kepada Mentawaikita.com.

Kata Ferdinan, menurut keterangan warga gereja itu hancur pada pada pukul 17:59 WIB saat gempa ketiga dengan magnitude 6 SR, bagian depan gereja sebagai menaranya yang roboh jatuh ke tanah. “Bagian menara gereja itu yang roboh dari bawah sampai keatas, kemudian lantai gereja sudah retak dan terkelupas, tidak layak lagi dipakai,” ulasnya. 

Sikaute’ merupakan pemukiman baru setelah pada tahun 2010 lalu Mentawai dilanda gempa dan tsunami. Sebelumnya mereka tinggal dekat dengan pantai, pada tahun 2004 saat gempa dan tsunami di Aceh daerah tersebut kena imbas tsunami, kemudian pada tahun 2007 saat gempa, sebagian warga sudah mengungsi. “Mereka baru relokasi mandiri sejak tahun 2010 lalu saat Mentawai di landa gempa dan tsunami,” katanya.

Jika dilihat jarak pusat gempa dengan lokasi gereja tersebut begitu dekat sehingga bangunan tembok bisa rusak. Sementara sampai hari ini warga yang sempat mengungsi saat gempa pada Sabtu (2/2) lalu sudah kembali ke rumah warga, namun warga tetap waspada. 


BACA JUGA