Panen Padi di Sirilanggai Gagal

Panen Padi di Sirilanggai Gagal Seprang petani di Sirilanggai Desa Malancan msedang menjemur padi hasil panen. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Panen padi sawah masyarakat Sirilanggai, Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara untuk awal tahun 2019 yang ditanam pada Agustus-September lalu masih mengalami kegagalan setelah mulai dipanen.

"Padinya banyak yang kosong. Masih seperti panen tahun lalu yang padinya kosong," kata Suwardi Saerejen salah seorang warga Dusun Sirilanggai pada Mentawaikita.com, Rabu, 30 Januari 2019.

Lebihlanjut dikatakan Suwardi, kegagalan panen masih pada faktor serangan hama tikus dan wereng yang mengakibatkan tanaman naman padi tumbuh tanpa berisi. "Kita tidak tahu apa langkah yang akan dilakukan untuk mencegah hal ini karena obat-obatan yang dijual untuk mengusir pengakit tanaman sudah dicoba," katanya.

Hal yang sama dikatakan Keisa, salah seorang ibu rumah tangga. Dimana dari setengah lokasi padi sawah yang sudah dipanen hasil gabah yang sudah dirontokkan secara manual sudah ada sekira tiga karung. "Itu belum direndam dan dijemur. Sepertinya masih gagal karena dari gabah yang sudah dirontokkan dan dimasukkan dalam karung ketika diangkat terasa ringan," katanya.

Lebihlanjut dikatakan Keisa, luas lahan yang dimiliki untuk menanam padi sawah lebar 15 meter dan panjang 125 meter. "Panen tahun lalu gagal sama sekali. Kami berharap panen kali ini ada sedikit perubahan seperti tahun lalu yang gagal sama sekali," katanya.

Misno, warga Dusun Pokao yang ikut bertanam padi sawah di Sirilanggai dengan memanfaatkan lahan yang ditinggalkan beberapa anggota kelompok sawah memgaku hasilnya banyak bulir padi yang kosong.

"Banyak padi yang tidak berisi. Akan memgalami kegagalan lagi seperti yang dialami masyarakat pada tahun lalu, " katanya.

BACA JUGA