Pemukiman Warga Maileppet Terancam Abrasi

Pemukiman Warga Maileppet Terancam Abrasi Rumah warga Dusun Pasakiat yang mulai terkena abrasi (Foto : Hendrikus/Mentawaikita.com)

MAILEPPET—Pemukiman warga Dusun Pasakiat, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai terancam abrasi pantai. sedikitnya ada 4 unit rumah berada tepat di bibir pantai sebab tak ada tanah lagi yang menahan gelombang.

Kepala Dusun Pasakiat, Saverius mengatakan, pemerintah harus segera membuat talut penahan gelombang agar tidak ada rumah warga yang hancur dihantam gelombang.

“Pantai Maileppet ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” katanya kepada Mentawaikita.com, Jumat (25/1/2019).

Saverius mengatakan, jika penangannya lambat maka jalan raya juga akan terkikis sebab jaraknya hanya sekitar 5 meter dari pantai.

Kepala Desa Maileppet, Nikman Satiur menyebutkan, cepatnya terjadi abrasi karena tidak ada hutan manggrove yang menahan laju gelombang.

“Di sepanjang pantai bakau atau karang mulai hancur yang sebelumnya banyak, sekarang mulai berkurang karena setiap hari dihantam gelombang laut,” kata Nikman.

Menurut Nikman, daerah pantai yang mengalami abrasi parah terdiri dari pantai wisata Desa Maileppet yang ke dalam wilayah Dusun Bat Simaonai Baga dan Bat Joja hingga Dusun Pasakiat. Panjang pantai yang mulai rusak sekitar 1 kilometer.

Sementara di Dusun Simaonai Baga dan Bat Siritengah kondisinya juga tak kalah parahnya apalagi di pantai dekat gereja Katolik Maileppet. Nikman mengaku tidak memiliki data pasti berapa rumah yang masuk zona bahaya abrasi.

”Saat ini abrasi pantai sudah mendekati pemukiman warga dan membahayakan bagi warga yang tinggal di dekat pantai,” ujarnya. 


BACA JUGA