Harga Kopra di Silabu Alami Penurunan

Harga Kopra di Silabu Alami Penurunan Kebun kelapa di Silabu yang bercampur dengan tanaman lain (Foto : Leo/Mentawaikita.com)

SILABU—Harga jual kopra atau kelapa salai di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai turun dari Rp4.000 ribu per kilogram  pada Desember lalu menjadi Rp3.000 per kg pada Januari 2019.

Menurut Pusuibiat (39), salah seorang warga Silabu, Mentawai, harga kopra sejak tahun 2018 cenderung menurun. Hal itu dipastikannya melihat pergerakan harga kopra yakni pada April 2018 harga masih Rp6 ribu per kg kemudian turun menjadi  Rp5 ribu lalu turun lagi Rp4.500, kemudian Rp4 ribu dan terakhir Rp3 ribu per kg.

Selain kopra, harga kelapa cukil mentah juga ikut turun dari Rp3.500 per kg menjadi Rp2 ribu pada Januari tahun ini.

Penurunan harga tersebut, menurut Pusuibiat berpengaruh terhadap semangat warga mengolah kelapa yang turut menurun. Biasanya di Silabu dalam tiap minggu pedagang pengumpul bisa mendapat 1-2 ton namun memasuki Januari hanya mendapat 300-500 kg

“Petani tidak serius lagi mengurus kebun kelapa atau mengolahnya, sebab tidak cocok lagi upah mengolah dengan harganya, untuk sementara sebagian warga tidak lagi mengolah kelapa dan mencari pekerjaan lain seperti mencari ikan, cari gurita, udang lobster untuk belanja di  rumah,” katanya kepada Mentawaikita.com, Rabu (16/1/2019).

Ia mengaku sejak Agustus 2018, kelapanya sebanyak 120 batang tidak diolahnya dan berganti pekerjaan menjadi pencari gurita. Harga jual gurita seberat 1 kg Rp50 ribu dan dibawah 1 kg dibeli pedagang di Sikakap seharga Rp25 ribu.

Saat harga masih bagus, Pusuibiat mendapat penghasilan dari kopra Rp300 ribu-400 ribu per minggu.

Selain di Silabu, Suardi Saogo, warga Dusun Tumalei, Desa Silabu menyebutkan, tinggal 15 persen kepala keluarga yang mengolah kelapa dari 46 kepala keluarga yang ada di sana. Sebagian besar warga di kampungnya untuk sementara tidak mengolah kopra.

“Harga rendah, kelapa cukil mentah hanya Rp1.500 per kg sementara kopra hanya Rp3.000 per kg,” ujarnya.

BACA JUGA